Stroke Bisa Serang Usia Muda, Deteksi Lebih Awal dengan Pemeriksaan MRI
GH News August 04, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Banyak orang menganggap stroke hanya menyerang kelompok usia lanjut (lansia). Padahal, penyakit ini juga dapat terjadi pada usia muda, termasuk mereka yang tampak sehat dan aktif beraktivitas. Karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko stroke sejak dini. Pasalnya, gangguan pada pembuluh darah sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas dan baru terdeteksi setelah menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

dr. Tri Wahyudi, Sp.N, FINS, FINA, dari Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan stroke terjadi ketika aliran darah ke otak mengalami gangguan, baik akibat sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.

"Stroke pada usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan pola hidup kurang sehat hingga kelainan pada pembuluh darah otak yang tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan kondisi tubuh yang terasa sehat untuk menilai risiko stroke. Evaluasi sejak dini penting untuk membantu mengidentifikasi potensi gangguan dan menentukan langkah pencegahan yang tepat," jelas dr. Tri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Untuk mendeteksi risiko stroke sejak dini, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau riwayat stroke dalam keluarga. Salah satu pemeriksaan yang dapat membantu mengevaluasi kondisi pembuluh darah otak adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI), termasuk Magnetic Resonance Angiography (MRA) untuk melihat pembuluh darah arteri dan Magnetic Resonance Venography (MRV) untuk memeriksa pembuluh darah vena.

"Melalui MRA, dokter dapat membantu mendeteksi penyempitan, sumbatan, maupun kelainan pada pembuluh darah arteri yang berpotensi meningkatkan risiko stroke. Sementara itu, MRV membantu mengevaluasi gangguan pada aliran darah vena otak yang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi neurologis," ujar dr. Tri.

Nantinya, hasil yang diperoleh dari pemeriksaan ini akan membantu dokter menilai risiko stroke serta menentukan langkah pencegahan maupun penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Sementara itu, dr. Sheila Agustini, Sp.S dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengungkapkan pencegahan stroke tidak hanya berfokus pada pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, tetapi juga melalui evaluasi kesehatan yang membantu dokter menilai risiko secara lebih menyeluruh.

"Semakin dini faktor risiko dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya stroke. Karena itu, pemeriksaan dan evaluasi kesehatan perlu dipertimbangkan terutama pada individu yang memiliki faktor risiko maupun riwayat keluarga dengan stroke," jelas dr. Sheila.

Melalui deteksi dini, berbagai faktor risiko maupun kelainan pada pembuluh darah otak dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Layanan Tahir Neuroscience Center di Mayapada Hospital

Untuk mendukung evaluasi dan penanganan yang menyeluruh, Mayapada Hospital memiliki Tahir Neuroscience Center, layanan komprehensif yang menangani berbagai gangguan saraf, otak, dan tulang belakang, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan neurointervensi dan bedah saraf, hingga neurorehabilitasi. Layanan ini didukung tim dokter multispesialis yang mencakup dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, serta spesialis lainnya untuk membantu menentukan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat sesuai.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI), standar mutu dan keselamatan pasien yang diakui secara internasional. MHJS juga dikenal sebagai Stroke Ready Hospital dengan kesiapan tim dokter multidisiplin, layanan Stroke Emergency 24/7, fasilitas diagnostik yang komprehensif, serta alur penanganan yang terintegrasi untuk menangani pasien stroke secara cepat dan tepat.

Pada kasus stroke sumbatan (iskemik), penanganan dilakukan dengan standar door-to-needle kurang dari 60 menit, didukung tindakan trombolisis, trombektomi, serta penanganan bedah pada kasus yang memerlukan tindakan segera.

Informasi lebih lanjut, hubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare. Pantau juga kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.