TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tingginya angka pengangguran masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja di provinsi ini masih belum memperoleh pekerjaan hingga Februari 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia industri.
Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menilai program pemagangan menjadi salah satu strategi efektif untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha.
Selain memberikan pengalaman kerja, program ini juga dinilai mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan para pencari kerja menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, saat melepas Tenaga Kerja dan Pemagang Gelombang I hasil kerja sama antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat dan PT Agrinas Palma Nusantara di Kantor PT Agrinas Palma Nusantara, Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Selasa 4 Agustus 2026.
• Krisantus Kurniawan: Kalbar Butuh Lebih Banyak Lapangan Tembak untuk Cetak Atlet Berprestasi
Menurut Harisson, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, serta masyarakat agar kesempatan kerja semakin terbuka bagi generasi muda Kalimantan Barat.
"Persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, program pemagangan bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh pekerjaan sementara, melainkan menjadi proses pembelajaran yang memungkinkan peserta memahami secara langsung dinamika dunia kerja.
Melalui program tersebut, peserta dapat mengembangkan keterampilan teknis, memperluas pengalaman, membangun etos kerja, hingga memahami budaya kerja profesional yang diterapkan di perusahaan.
"Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata sehingga memiliki bekal yang lebih kuat untuk membangun karier di masa depan," katanya.
Harisson menilai kebutuhan dunia industri saat ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perusahaan tidak lagi hanya melihat latar belakang pendidikan atau ijazah calon pekerja, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan praktis, karakter, serta kesiapan individu dalam menghadapi perubahan teknologi dan lingkungan kerja.
Menurutnya, sikap disiplin, kemampuan bekerja sama dalam tim, kemauan untuk terus belajar, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh berbagai sektor usaha.
"Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki ijazah, tetapi juga mereka yang disiplin, memiliki kompetensi, mampu bekerja sama, cepat belajar, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ungkap Harisson.
Karena itu, ia menegaskan bahwa program pemagangan memiliki peran strategis dalam membekali para pencari kerja dengan pengalaman yang tidak selalu diperoleh selama menempuh pendidikan formal.
• Wali Kota Pontianak Terima Audiensi Gereja dan Tokoh Kristen, Bahas Akses Menuju Rumah Ibadah
Peserta akan belajar memahami ritme kerja perusahaan, komunikasi profesional, penerapan standar operasional, hingga budaya kerja yang menjadi tuntutan dunia industri modern.
Harisson juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para peserta tidak hanya berorientasi pada penghasilan, tetapi menjadikan masa pemagangan sebagai sarana membangun karakter, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
"Bekerja bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," pesannya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama mengikuti program magang.
Menurutnya, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar merupakan modal utama bagi seseorang agar mampu berkembang di dunia kerja yang semakin kompetitif.
"Jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki hari ini, karena dunia kerja terus berubah dan menuntut kita untuk terus meningkatkan keterampilan," tambahnya.
Lebih lanjut, Harisson memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun lembaga pelatihan sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat Kalbar memperoleh akses terhadap pekerjaan yang produktif dan berkelanjutan.
"Kami ingin semakin banyak generasi muda Kalbar yang memiliki daya saing dan mampu menjadi tenaga kerja profesional. Karena itu, kemitraan seperti ini harus terus diperluas dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalimantan Barat dan PT Agrinas Palma Nusantara tidak berhenti pada pelaksanaan gelombang pertama.
Program tersebut diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
"Kami berharap program ini akan terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Kalbar yang memperoleh kesempatan bekerja, meningkatkan kompetensi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarganya," katanya.
Menutup arahannya, Harisson berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik pribadi, keluarga, lembaga, serta Kalimantan Barat selama mengikuti program pemagangan.
Ia optimistis kualitas sumber daya manusia Kalbar mampu bersaing apabila dibekali kompetensi, karakter, dan semangat belajar yang kuat.
"Jadilah tenaga kerja yang profesional, jujur, disiplin, dan tunjukkan bahwa SDM Kalbar memiliki kualitas yang mampu bersaing di dunia kerja. Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk meraih masa depan yang lebih baik," tutup Harisson. (*)