BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tim dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan penguatan teknik gerak lokomotor kepada siswa SD Muhammadiyah Pajangan 2 Yogyakarta melalui pemanfaatan media audio visual, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti 50 siswa kelas rendah dan didampingi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Dani, S.Pd. Program ini juga mendapat dukungan dari Kepala SD Muhammadiyah Pajangan 2 Yogyakarta, Indriyanti, S.Pd.
Tim pelaksana atas Erick Prayogo Walton, M.Or. sebagai ketua, serta Nurjanah, M.Pd. dan Yurdayanti, M.Pd. sebagai anggota. Ketiganya merupakan dosen Unmuh Babel yang fokus pada pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani dan peningkatan keterampilan gerak dasar siswa sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi mengenai teknik gerak lokomotor melalui tayangan audio visual yang menampilkan contoh gerakan secara bertahap.
Materi meliputi berbagai gerakan dasar yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti berjalan, berlari, melompat, meloncat, hingga bergerak ke berbagai arah.
Setelah menyaksikan materi, para siswa langsung menyiarkan setiap gerakan dengan pendampingan tim dosen dan guru PJOK. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami sekaligus memperbaiki teknik gerak mereka.
Ketua tim PkM, Erick Prayogo Walton, mengatakan keterampilan gerak lokomotor merupakan fondasi penting dalam perkembangan motorik anak dan menjadi dasar untuk mengikuti berbagai aktivitas fisik maupun olahraga.
“Gerak lokomotor menjadi fondasi bagi anak untuk mengikuti berbagai aktivitas fisik, permainan, dan olahraga. Melalui media audio visual, siswa dapat melihat contoh gerakan yang benar, kemudian mentransmisikannya secara langsung dengan pendampingan guru,” ujar Erick dalam rilis kepada Bangkapos.com, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, penggunaan media audio visual membuat proses pembelajaran lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami tahapan gerakan dengan lebih jelas dibandingkan hanya melalui penjelasan lisan.
Selama kegiatan berlangsung, guru PJOK turut mendampingi siswa untuk memastikan setiap aktivitas yang dilakukan sesuai kemampuan, kondisi fisik, dan aspek keselamatan peserta didik.
Kepala SD Muhammadiyah Pajangan 2 Yogyakarta, Indriyanti, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan PkM tidak hanya memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, tetapi juga menjadi referensi bagi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran yang lebih inovatif.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, mulai dari menyimak tayangan, mendengarkan penjelasan, hingga mengajarkan berbagai teknik gerak lokomotor yang diperagakan.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)