Marc Skinner mundur sebagai pelatih kepala Manchester United sebulan sebelum musim baru WSL di tengah bursa transfer Red Devils yang mengecewakan
Hendra Wijaya August 05, 2026 04:32 AM

Marc Skinner mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Manchester United hanya satu bulan sebelum dimulainya musim baru Liga Super Wanita. Skinner menghabiskan lima tahun di klub tersebut dan membantu Red Devils mencapai sejumlah tonggak penting, termasuk mempersembahkan trofi besar pertama mereka lewat Piala FA 2024. Namun, pada Senin diumumkan bahwa ia meninggalkan United berdasarkan kesepakatan bersama.

Resmi: Marc Skinner tinggalkan Manchester United

Kepergian Skinner pertama kali dilaporkan oleh The Athletic pada Senin pagi, dengan sumber yang menyebut kepada media itu bahwa Skinner telah mengajukan pengunduran diri sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan klub untuk mengakhiri kontraknya secara bersama. Pria 43 tahun itu menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun pada musim panas lalu, dengan opsi tambahan satu tahun, sehingga seharusnya tetap menjabat setidaknya hingga akhir musim 2026-27 mendatang.

Tak lama kemudian, United mengonfirmasi kepergian Skinner, “berdasarkan kesepakatan bersama”, melalui sebuah pernyataan yang berbunyi: “Marc pergi setelah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan berkelanjutan Manchester United Women. Klub menyampaikan terima kasih yang tulus atas profesionalisme, komitmen, dan dedikasinya selama berada di United, serta mendoakan kesuksesan untuknya di masa depan.”

Bursa transfer sejauh ini mengecewakan

Sulit mengabaikan fakta bahwa kepergian Skinner terjadi di tengah bursa transfer ketika United bergerak sangat minim. Meski finis terpaut sembilan poin dari zona Liga Champions pada musim WSL 2025-26, Red Devils baru merekrut dua pemain, yakni bek muda berbakat Andrea Medina dan Janina Leitzig, yang diperkirakan akan menjadi penjaga gawang pilihan kedua yang baru.

Itu terjadi meskipun Skinner berulang kali menyerukan tambahan investasi dan penguatan skuad sepanjang kampanye sebelumnya, ketika kurangnya kedalaman tim menjadi hambatan serius bagi United yang untuk pertama kalinya tampil di fase utama Liga Champions Wanita. Fakta bahwa mereka tetap mampu melaju ke perempat final, serta memberikan perlawanan bagus saat kalah dari Bayern Munchen pada fase tersebut, menjadi pencapaian mengesankan mengingat skuad mereka memang belum cukup dalam untuk bersaing di empat ajang sekaligus.

Sementara itu, klub-klub WSL lainnya sangat aktif di bursa transfer, terutama tim-tim yang sedang dikejar United. Arsenal mungkin menjalani musim panas paling mencolok dengan mendatangkan nama-nama seperti Georgia Stanway dan Ona Batlle dalam upaya merebut gelar liga pertama sejak 2019, Manchester City menambahkan beberapa kepingan penting ke dalam tim juara mereka, dan rekrutan besar Chelsea pada musim panas ini adalah Melvine Malard, yang didatangkan dari Manchester United dengan biaya besar.

Tim-tim di bawah United pun melakukan bisnis yang bagus. London City Lionesses merekrut pemenang Ballon d'Or dua kali Alexia Putellas, ikon Inggris Mary Earps, dan juara Liga Champions empat kali Mapi Leon, di antara nama-nama lainnya, sementara Tottenham dan Brighton, yang juga berada dalam kelompok papan tengah WSL, juga merekrut pemain dengan baik. Semua itu semakin memunculkan pertanyaan soal investasi United dan apakah mereka berisiko disalip pada musim mendatang, sekaligus makin tertinggal dari tim-tim seperti City, Arsenal, dan Chelsea.

Lima tahun yang naik turun: masa jabatan Skinner di Manchester United

Kepergian Skinner akan disambut gembira oleh sebagian suporter. Pelatih berusia 43 tahun itu tidak selalu populer selama lima tahun masa kerjanya, dengan pemilihan tim, taktik, dan pengelolaan pertandingan kerap mendapat kritik dari pendukung. Bahkan, nyanyian “Skinner out” sempat terdengar dari tribun pada titik-titik terendah, terutama pada musim 2023-24 ketika United finis di posisi kelima, yang menjadi pencapaian terburuk mereka di era WSL.

Meski begitu, ia menanganinya dengan baik. Skinner secara rutin menyinggung tekanan yang datang bersama pekerjaan seprestisius itu, sambil tetap menghadirkan sejumlah momen yang sangat sukses, termasuk mencapai empat final piala, menjuarai Piala FA, lolos ke perempat final Liga Champions pada debut mereka di fase utama, dan melancarkan persaingan serius dalam perebutan gelar WSL pada kampanye 2022-23.

Siapa yang akan menjadi pelatih kepala baru Manchester United?

Lalu, siapa yang akan mengisi kursi panas berikutnya? United telah mengubah pendekatan mereka pada bursa transfer musim panas ini, dengan fokus yang jelas beralih ke pengembangan pemain muda. Integrasi tim U-21 di Carrington untuk berlatih bersama tim utama semakin menegaskan arah tersebut, dengan tiga talenta akademi juga menandatangani kontrak profesional pertama mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Karena itu, tidak mengejutkan jika BBC Sport memahami bahwa klub sedang mencari pelatih yang memiliki “rekam jejak dalam mengembangkan pemain” untuk menggantikan Skinner. Laporan itu juga menyebut bahwa pencarian pengganti sudah berada pada tahap “lanjut”.

Namun demikian, jelas bahwa tim ini masih membutuhkan investasi lebih besar pada bursa transfer musim panas agar mampu mengimbangi tim-tim teratas WSL dan bersaing memperebutkan gelar domestik, sekaligus tetap kompetitif di sepak bola Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.