Kasus Pengrusakan di Desa Bena dan Desa Oebelo, Polisi Periksa Saksi-saksi 
Apolonia Matilde August 05, 2026 08:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok


POS-KUPANG.COM, SOE - Kasus pengrusakan rumah dan kendaraan warga di Desa Bena dan Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), polisi periksa para saksi. 

Berdasarkan uraian kepolisian, kasus pengrusakan yang saat ini ditangini terdiri dari dua peristiwa yang berbeda yaitu pengrusakan rumah tersangka dan pengrusakan 32 rumah warga di Desa Bena dan Desa Oebelo pada (26/7/2026) lalu. 

Hingga saat ini penyidik masih memeriksa para saksi, dan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan ketentraman di lokasi kejadian. 

Hal ini disampaikan oleh Kapolres TTS, AKBP. Kristyan B Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., melalui Kasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, Selasa (4/8/2026). 

"Penyelidikan sudah berjalan, penyidik sedang mengumpulkan keterangan para saksi. Pemeriksaannya ada dua, yaitu pengrusakan rumah tersangka berinisial LA dan pengrusakan yang terjadi pada 32 rumah warga," tegas Kasat. 

Saksi yang diperiksa sudah lebih dari 10 saksi, tetapi masih ada perkembangan jumlah saksi yang akan diperiksa penyidik. 

"Jadi semua masih berjalan begitupun dengan kasus pembunuhan. Sejauh ini tidak ada hambatan dalam proses pemeriksaan," tegasnya. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, agar tetap menjaga ketertiban dan ketentaraman di Desa Bena dan Desa Oebelo dan percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian. 

Sebelum, Aksi pengrusakan terjadi di Desa Oebelo dan Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Minggu (26/7/2026) pukul 17.00 wita. Sebanyak 32 rumah warga dan enam kendaraan dilaporkan rusak. 

Aksi ini yang menyerang pemukiman warga di Dusun Hautias (Desa Oebelo) dan Dusun Oetene (Desa Bena), Kecamatan Amanuban Selatan. Tidak hanya melempari rumah secara acak, massa juga menghancurkan pintu, jendela, serta kendaraan milik warga setempat. 

Dampak paling memilukan menimpa kelompok janda, duda, dan lansia yang tidak berdaya. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami trauma hebat, sesak napas, hingga pingsan, dan dilarikan ke Rumah Sakit Kualin untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Pihak korban yang mengalami kerusakan rumah dan kendaraan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres TTS dan hingga kini kasus tersebut dalam proses penyelidikan polisi. (any)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.