Ide Lomba 17 Agustus Khas Priangan Timur yang Seru dan Asyik, Lestarikan Kaulinan Barudak Sunda
ferri amiril August 05, 2026 11:35 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tak terasa ya hanya tinggal hitungan hari saja kita semua akan segera menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Sebagai informasi, Agustus dikenal sebagai Bulan Kemerdekaan karena Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Pada tanggal tersebut, Soekarno dan Mohammad Hatta membacakan teks Proklamasi yang menandai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Bulan Kemerdekaan juga menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Nah biasanya, di Hari Kemerdekaan tiba seluruh lapisan masyarakat akan menyambutnya dengan penuh kebahagian salah satunya dengan mengadakan lomba-lomba.

Baca juga: Agenda Kemeriahan Rangkaian Kegiatan HUT ke-81 RI Tahun 2026

Tak terkecuali juga di wilayah Priangan Timur, anak-anak hingga orang dewasa bergembira menyambut HUT ke-81 RI dengan mengadakan lomba-lomba.

Bahkan uniknya, di wilayah Priangan Timur, ketika mengadakan lomba 17 Agustus biasanya memadukan lomba nasional dengan kaulinan barudak Sunda (permainan tradisional Sunda).

Lantas, apa saja lomba-lomba 17 Agustus yang sering diadakan di wilayah Priangan Timur dan jadi salah satu lomba ikonik disana? Berikut ini dia informasi selengkapnya.

Baca juga: Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Lengkap dengan Tema dari Kemensetneg RI

Baca juga: Link Download Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026 Lengkap dengan Tema dari Kemensetneg RI

1. Boy-boyan

Boy-boyan adalah permainan tradisional yang sangat populer di Jawa Barat, termasuk Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Permainan ini menggabungkan unsur ketangkasan, strategi, kerja sama tim, dan ketepatan melempar.

Dan boy-boyan ini pun sering menjadi lomba dalam 17 Agustusan di wilayah Priangan Timur.

 

Cara Bermain Boy-boyan

Alat yang dibutuhkan

  • 5–10 pecahan genting, pecahan keramik, atau kaleng pipih yang bisa disusun bertumpuk.
  • 1 bola kecil (biasanya bola tenis atau bola karet).

 

Jumlah pemain

  • 6–12 orang.
  • Dibagi menjadi 2 tim dengan jumlah anggota yang sama.

 

Cara mainnya

  • Susun pecahan genting atau keramik menjadi sebuah menara kecil.
  • Tim penyerang bergantian melempar bola dari jarak sekitar 3–5 meter untuk merobohkan susunan tersebut.
  • Jika susunan roboh, tim penyerang harus segera menyusun kembali tumpukan seperti semula.
  • Sementara itu, tim penjaga mengambil bola dan berusaha mengenai anggota tim penyerang dengan lemparan bola.
  • Pemain yang terkena lemparan bola dianggap gugur atau keluar (aturan bisa disesuaikan).
  • Jika tim penyerang berhasil menyusun kembali tumpukan sebelum semua anggotanya terkena bola, mereka memperoleh poin dan berganti ronde.
  • Jika gagal menyusun kembali karena semua pemain sudah terkena bola, giliran bermain berpindah ke tim lawan.

 

Cara menang

Pemenangnya adalah tim yang memperoleh poin terbanyak setelah jumlah ronde yang disepakati.

Baca juga: Aturan Pasang Spanduk HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 Resmi dari Pemerintah

Baca juga: Ketentuan Pemasangan Spanduk HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 Resmi dari Pemerintah

2. Gatrik

Gatrik adalah permainan tradisional yang menggunakan dua batang kayu: satu pendek sebagai sasaran pukul dan satu lebih panjang sebagai pemukul.

Permainan ini dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda, sedangkan di Jawa Barat lebih dikenal sebagai gatrik.

Dan gatrik ini pun sering menjadi lomba dalam 17 Agustusan di wilayah Priangan Timur.

 

Cara Bermain Gatrik

Alat yang dibutuhkan

  • 1 batang kayu pendek (sekitar 10–15 cm).
  • 1 batang kayu panjang (sekitar 40–60 cm) sebagai pemukul.
  • Sebuah cekungan kecil di tanah atau dua batu sebagai tempat meletakkan kayu pendek.

 

Jumlah pemain

  • 2 orang atau lebih.
  • Bisa dimainkan secara individu atau dibagi menjadi dua tim.

 

Cara bermain

  • Kayu pendek diletakkan melintang di atas cekungan atau dua batu.
  • Pemain menggunakan kayu panjang untuk mengungkit ujung kayu pendek hingga melambung ke udara.
  • Saat kayu pendek berada di udara, pemain segera memukulnya sejauh mungkin.
  • Tim lawan berusaha menangkap kayu tersebut sebelum jatuh ke tanah.
  • Jika berhasil ditangkap, giliran pemain berakhir.
  • Jika tidak tertangkap, jarak lemparan biasanya diukur menggunakan kayu pemukul atau sesuai aturan yang disepakati sebagai nilai poin.
  • Setelah semua pemain mendapat giliran, poin dijumlahkan untuk menentukan pemenang.

 

Cara menang

  • Pemenangnya adalah pemain atau tim yang mengumpulkan poin terbanyak berdasarkan jarak pukulan atau aturan skor yang digunakan.

Baca juga: Daftar Rangkaian Kegiatan HUT ke-81 RI 2026, Penuh Kemeriahan di Bulan Kemerdekaan

Baca juga: Jadwal Long Weekend Lain Selain HUT RI di Agustus 2026

3. Egrang

Egrang atau dalam bahasa Sunda disebut Jajangkungan adalah permainan tradisional berjalan menggunakan sepasang tongkat panjang yang diberi pijakan untuk kaki.

Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa berjalan, berlari, atau berlomba tanpa terjatuh.

Dan egrang ini pun sering menjadi lomba dalam 17 Agustusan di wilayah Priangan Timur.

 

Cara Bermain Egrang/Jajangkungan

Alat yang dibutuhkan

  • Sepasang batang bambu atau kayu yang kuat (tinggi sekitar 2–2,5 meter).
  • Pijakan kaki dipasang sekitar 30–50 cm dari tanah (untuk anak-anak bisa lebih rendah).

 

Jumlah pemain

  • Bisa dimainkan sendiri untuk latihan.
  • Untuk lomba biasanya 2–10 peserta atau lebih.

 

Cara bermain

  • Pegang kedua bambu dengan kuat.
  • Naikkan satu kaki ke pijakan, lalu kaki lainnya.
  • Berdiri tegak dan jaga keseimbangan.
  • Berjalan menuju garis finis tanpa turun dari egrang.
  • Peserta yang mencapai garis finis paling cepat tanpa melanggar aturan menjadi pemenang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.