Istirahat Bukan Cuma Rebahan, Ini yang Dibutuhkan Tubuh dan Pikiran
Hari Susmayanti August 05, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Tribunners, pernahkah seharian rebahan sambil scroll media sosial atau nonton film tapi begitu malam tiba rasanya malah makin capek?

Badan memang tidak banyak bergerak, tetapi pikiran terasa penuh dan mata semakin lelah.

Banyak orang mengira istirahat berarti cukup berbaring di kasur tanpa melakukan aktivitas berat. 

Padahal, tubuh dan otak punya cara yang berbeda untuk memulihkan energi. Jadi, meski badan sedang diam, bukan berarti pikiran ikut beristirahat.

Di era serba digital seperti sekarang, kita memang hampir tidak pernah benar-benar "berhenti". 

Saat menunggu makanan datang, membuka media sosial. Saat perjalanan pulang, menonton video. Sebelum tidur pun masih sempat membalas chat atau scrolling tanpa sadar hingga larut malam. 

Akibatnya, otak terus menerima rangsangan tanpa jeda.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layar, terutama menjelang waktu tidur, dapat mengganggu kualitas istirahat karena membuat otak tetap aktif dan sulit memasuki fase tidur yang benar-benar pulih.

Rebahan Belum Tentu Bikin Otak Ikut Istirahat

Rebahan memang bisa membuat tubuh terasa lebih rileks setelah beraktivitas seharian. 

Namun, kalau selama rebahan kamu masih berpindah dari TikTok ke Instagram, lalu lanjut membuka chat dan menonton video, sebenarnya otak masih bekerja.

Setiap informasi yang masuk tetap diproses. 

Notifikasi, video berdurasi singkat, hingga berbagai konten yang terus berganti membuat otak terus menerima stimulasi baru. 

Tidak heran kalau setelah satu jam scrolling, yang muncul justru rasa lelah, sulit fokus, bahkan kepala terasa penuh.

Karena itu, istirahat bukan hanya soal berhenti bergerak, tetapi juga memberi kesempatan bagi pikiran untuk mengurangi beban yang selama ini diterimanya.

Screen Fatigue Itu Nyata

Pernah merasa mata perih, kepala terasa berat, atau sulit berkonsentrasi setelah terlalu lama menatap layar laptop dan handphone?

Kondisi ini sering disebut sebagai screen fatigue atau kelelahan akibat penggunaan layar.

Bukan hanya mata yang bekerja keras, perhatian dan kemampuan otak untuk memproses informasi juga ikut terkuras. 

Apalagi jika setiap hari harus bergantian membuka laptop, tablet, dan handphone tanpa jeda yang cukup.

National Sleep Foundation juga menemukan bahwa paparan layar, terutama sebelum tidur, berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk. 

Cahaya dari layar serta konten yang terus menarik perhatian membuat tubuh lebih sulit merasa mengantuk secara alami.

Itulah mengapa kadang kita merasa sudah "istirahat" berjam-jam, tetapi tetap bangun dalam keadaan lesu.

Baca juga: Dampak Kekeringan, Pemkab Gunungkidul Sudah Salurkan Hampir 3,5 Juta Liter Air Bersih ke Masyarakat

Passive Rest dan Active Rest, Apa Bedanya?

20260508- Me Time
ILUSTRASI- Me time tanpa layar dapat menjadi salah satu cara memberi jeda bagi pikiran. (Generated by ChatGPT)

Tidak semua bentuk istirahat memberikan manfaat yang sama. Secara sederhana, istirahat bisa dibagi menjadi dua.

Passive rest adalah waktu ketika tubuh benar-benar berhenti beraktivitas, misalnya tidur, tidur siang singkat, atau sekadar berbaring tanpa banyak melakukan apa pun.

Sementara itu, active rest adalah aktivitas ringan yang justru membantu tubuh dan pikiran pulih, seperti berjalan santai, melakukan peregangan, membaca buku, berkebun, atau mendengarkan musik dengan tenang.

Banyak orang menganggap active rest terdengar melelahkan. 

Padahal, setelah seharian duduk di depan layar, berjalan kaki selama 15–20 menit justru bisa terasa lebih menyegarkan dibanding terus rebahan sambil menggenggam handphone.

Kuncinya adalah memilih jenis istirahat yang berbeda dari aktivitas yang membuatmu lelah. 

Kalau sepanjang hari otak dipakai untuk berpikir, cobalah memberi tubuh kesempatan bergerak ringan. 

Sebaliknya, jika pekerjaanmu menguras tenaga fisik, tidur yang cukup bisa menjadi bentuk pemulihan terbaik.

Tanda-Tanda Kamu Butuh Istirahat Berkualitas

Kadang tubuh sudah memberi sinyal, hanya saja kita sering mengabaikannya. Beberapa tanda yang cukup umum antara lain:

  • Bangun tidur tetapi tetap merasa lelah.
  • Sulit fokus meski pekerjaan tidak terlalu banyak.
  • Mudah kesal atau emosinya naik turun.
  • Mata terasa berat setelah menatap layar.
  • Merasa tidak bersemangat meski sudah rebahan berjam-jam.

Kalau tanda-tanda ini sering muncul, bisa jadi yang kamu butuhkan bukan tambahan waktu rebahan, melainkan istirahat yang benar-benar berkualitas.

Durasi tidur memang penting, tetapi kualitasnya juga tidak kalah berpengaruh terhadap rasa segar, energi, dan kemampuan berkonsentrasi keesokan harinya.

Cara Mendapatkan Quality Rest

20260508- TIDUR BERKUALITAS
ILUSTRASI- Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh serta pikiran kembali pulih. (Generated by ChatGPT)

Quality rest tidak selalu harus liburan jauh atau tidur seharian. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dicoba, seperti:

  • Memberi jeda dari layar selama beberapa menit setiap beberapa jam. Gunakan waktu itu untuk berdiri, melihat pemandangan di luar jendela, atau sekadar mengistirahatkan mata.
  • Berjalan kaki sebentar. Misalnya di sore hari. Aktivitas ringan seperti ini dapat membantu tubuh melepas ketegangan setelah terlalu lama duduk.
  • Melakukan peregangan selama lima hingga sepuluh menit. Tidak perlu gerakan yang rumit, cukup meregangkan leher, bahu, punggung, dan kaki agar otot yang kaku menjadi lebih rileks.
  • Meluangkan waktu untuk membaca buku, mendengarkan musik, atau mengobrol dengan orang terdekat tanpa terganggu notifikasi. Aktivitas sederhana ini bisa menjadi cara untuk memberi ruang bagi pikiran bernapas.
  • Menjaga jam tidur tetap teratur. Tidur cukup dengan kualitas yang baik masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk memulihkan tubuh dan otak.

Iistirahat bukan soal seberapa lama rebahan, melainkan apakah tubuh dan pikiran benar-benar mendapat kesempatan untuk pulih. 

Jadi, kalau akhir-akhir ini kamu merasa mudah lelah meski sudah banyak bermalas-malasan, mungkin yang perlu diubah bukan durasi rebahannya, tetapi cara beristirahatnya.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.