TRIBUN-SULBAR.COM- Seorang pilot maskapai asing asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (MSO), ditangkap tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan narkotika ke Indonesia.
Penangkapan dilakukan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 28 Juli 2026, setelah petugas mendeteksi sebuah koper mencurigakan saat proses pemeriksaan bagasi internasional menggunakan mesin x-ray.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan petugas kemudian membuntuti koper tersebut hingga diambil oleh pemiliknya yang diketahui merupakan seorang pilot maskapai asing.
Saat koper diperiksa, petugas menemukan belasan paket berisi narkotika.
Baca juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Makin Memanas, Ricky Sitohang: Selesaikan secara Kekeluargaan
Baca juga: Musim Kemarau Meluas, BPBD Polman Minta Bantuan 20 Sumur Bor ke BNPB
Dari hasil penghitungan, barang bukti yang diamankan terdiri atas 70.114 butir ekstasi dengan berat sekitar 25 kilogram, sabu seberat 2,7 gram, serta sisa sabu seberat 0,0825 gram yang tersimpan di dalam pipa kaca.
"Tim menemukan 14 bungkus besar berisi ekstasi dan satu paket sabu," kata Eko.
Setelah penemuan tersebut, tersangka langsung menjalani tes urine.
Hasilnya menunjukkan ia positif mengonsumsi metamfetamin (sabu), MDMA, dan kokain.
Penyidik kemudian membawa Mohd Saufi ke Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Saat ini ia ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.
Bawa Botol Urine Diduga untuk Kelabui Tes Narkoba
Dalam pemeriksaan barang bawaan, petugas juga menemukan sebotol urine yang diduga sengaja disiapkan tersangka.
Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan urine tersebut diduga akan digunakan untuk menghindari hasil positif apabila sewaktu-waktu tersangka menjalani tes narkoba.
Menurut Hengky, tersangka diduga telah memahami mekanisme pemeriksaan yang dilakukan maskapai maupun otoritas bandara sehingga menyiapkan urine yang dianggap bersih sebelum mengonsumsi narkotika.
"Dia membawa botol berisi urine yang menurut pengakuannya diambil sebelum memakai narkoba. Dugaan kami, urine itu akan digunakan jika ada pemeriksaan mendadak dari maskapai atau otoritas bandara," ujar Hengky.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa aksi penyelundupan telah dipersiapkan secara matang.
Saat ini penyidik masih mendalami asal-usul narkotika tersebut, tujuan peredarannya, serta kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam kasus ini.(*)