KNKT Ungkap Tantangan Usut Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Bangkai Kapal Masih Dicari
Suci BangunDS August 05, 2026 05:20 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Proses investigasi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih menghadapi sejumlah tantangan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap salah satu tantangannya, yakni belum ditemukannya bangkai kapal yang menjadi barang bukti utama dalam penyelidikan.

Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II sebelumnya terjadi pada Minggu (2/8/2026), di perairan utara Sumenep, Madura.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 233 penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Untuk mengusut penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 ini, KNKT telah menerjunkan tim investigasi.

Akan tetapi, upaya investigasi tidak berjalan mudah karena kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut sudah tidak berada di permukaan laut.

Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Alaik Nurwahyudi, mengungkapkan pencarian dan pemeriksaan kondisi fisik bangkai kapal menjadi kunci vital untuk mengumpulkan barang bukti (evidence) guna mendukung analisis penyebab kebakaran.

"Ini menjadi tantangan investigasi. Idealnya kita harus menemukan barang bukti sampai sedetail mungkin yang mendukung analisis, terutama kondisi fisik kapalnya," katanya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Baca juga: Tragedi KM Mutiara Sentosa II, Sudjatmiko Dorong Reformasi Total Standar Keselamatan Kapal

Karam di Kedalaman 50 M

Berdasarkan data Basarnas, kapal Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar itu diperkirakan tenggelam di perairan lepas dengan kedalaman sekitar 50 meter. 

Lokasi tersebut juga memiliki arus bawah laut yang cukup kuat.

"Pertama kami harus memastikan posisi pasti kapalnya. Lalu merancang bagaimana pemeriksaan bawah airnya jika kapal benar-benar karam di dasar laut," jelas Alaik.

Ia mengakui, investigasi kali ini membutuhkan alokasi resource dan peralatan teknis penyelaman bawah air yang jauh lebih besar dibanding insiden biasa.

Kondisi perairan utara Sumenep yang ekstrem juga disebut memiliki karakteristik serupa dengan lokasi tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa I di Kepulauan Masalembu pada Mei 2017.

Meski demikian, Alaik menegaskan cakupan investigasi KNKT tidak melulu bertumpu pada fisik kapal semata.

Tim investigasi turut memeriksa dokumen kelaikan kapal, prosedur operasional, serta aspek teknis dan kondisi lingkungan sebelum kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak. 

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menegaskan pemerintah berkomitmen mengungkap penyebab insiden tersebut secara transparan, seraya meminta masyarakat memberi kesempatan kepada tim ahli.

"Penyebab kecelakaan masih diselidiki oleh KNKT dan ini memerlukan proses serta waktu. Kami juga berkoordinasi dan meminta bantuan Polda Jatim untuk memeriksa hal-hal lainnya," ungkap Wamenhub Suntana di Surabaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.