BOLASPORT.COM - Media Singapura tidak ketinggalan ikut memberikan sorotan terkait kasus pengaturan skor yang diduga melibatkan pebulu tangkis Indonesia.
Situasi demikian disebut dapat mengganggu perjuangan wakil Indonesia pada Kejuaraaan Dunia 2026
Pasalnya, dua pasangan ganda campuran ditarik dari keikutsertaannya pada turnamen yang akan berlangsung kurang dari dua pekan lagi di New Delhi, India.
Kedua pasangan tersebut adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Mereka sebenarnya sama-sama lolos ke Kejuaraan Dunia melalui jalur ranking dunia.
Media Singapura, The Straits Times, menulis sebuah artikel bertajuk 'Penyelidikan kasus pengaturan skor membayangi perjuangan Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis'.
Kasus tersebut menimbulkan spekulasi bahwa salah satu atau dua pemain dua pasangan ganda campuran Indonesia yang dicoret terlibat dalam insiden pengaturan skor yang sedang diselidiki.
"Meskipun belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan kedua pasangan tersebut dengan penyelidikan," tulis The Straits Times.
"Penarikan diri mereka dari Kejuaraan Dunia yang akan digelar pada 17–23 Agustus di New Delhitelah memicu spekulasi."
PBSI selaku induk olahraga bulu tangkis tertinggi di Indonesia hanya menyatakan mematuhi dan menghormati proses hukum dan tidak menyebut siapa pemain yang terlibat.
Hal tersebut juga mengakibatkan Indonesia harus kehilangan dua wakilnya pada sektor ganda campuran pada Kejuaraan Dunia 2026.
Ganda campuran Indonesia akan diwakili Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang lolos melalui jalur cadangan.
Di luar itu, New Delhi selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia menyatakan siap menyelenggarakan turnamen lebih lancar.
Diketahui, India Open 2026 sempat tercoreng karena kasus kotoran burung, hewan liar, dan masalah kualitas udara yang mengganggu pemain.
India Open akan digelar di Indoor Stadium Indira Gandhi, New Delhi pada 17-23 Agustus.
“Setelah India Open pada Januari, BAI bertindak cepat untuk menanggapi masukan terkait kebersihan venue dan kondisi lingkungan,” kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund kepada Reuters dalam sebuah pernyataan.
New Delhi secara rutin masuk dalam daftar ibu kota paling tercemar di dunia selama musim dingin, dengan kualitas udara yang buruk menjadi kekhawatiran yang berulang bagi acara olahraga internasional.
Tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew, mengatakan bahwa ia kesulitan bernapas dan mengenakan masker di luar kamar hotelnya, sementara pemain Denmark, Mia Blichfeldt, menggambarkan kondisi tersebut sebagai “tidak sehat”.
Lund mengatakan cuaca musim hujan pada bulan Agustus biasanya menghasilkan kualitas udara yang lebih baik daripada bulan Januari.
Adapun atap venue telah diperiksa dan dilapisi bahan kedap air di bagian-bagian yang diperlukan, sistem pendingin udara telah diuji, dan peningkatan sistem pencahayaan sedang dipasang.
“Tantangan yang dialami di India Open bukanlah hal yang unik bagi satu negara tuan rumah mana pun... BWF puas bahwa langkah-langkah yang tepat telah diterapkan menjelang kejuaraan ini,” kata Thomas Lund lagi.
Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra, mengatakan panitia telah memperkuat langkah-langkah pengendalian hewan dengan sistem pintu masuk tiga lapis, pengamanan 24 jam.
Selain itu, titik akses yang disegel, serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk memindahkan hewan liar.
“Kami yakin bahwa acara ini akan menghadirkan pertunjukan kelas dunia yang lancar bagi para pemain, ofisial, dan penggemar,” kata Mishra.