TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Fenomena banjir di Kota Padang muncul di tengah kondisi mayoritas wilayah Indonesia yang mulai memasuki musim kemarau akibat pengaruh fenomena El Nino.
BPBD Sumatera Barat membeberkan pemicu wilayahnya tetap mengalami curah hujan tinggi hingga memicu banjir.
Terbaru, kondisi banjir yang sempat melanda Kota Padang kini berangsur pulih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat memastikan genangan air telah surut dan masyarakat mulai kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan karakteristik banjir di Sumbar umumnya tidak berlangsung lama. Genangan akan cepat surut setelah intensitas hujan menurun.
Baca juga: Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Asal Agam Tiba di Sumbar Setelah Identifikasi DVI
"Untuk saat ini air sudah surut sejak kemarin. Masyarakat juga sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Memang tipe banjir di Sumbar, kalau hujan berhenti, banjir juga cepat surut karena genangan air tidak terlalu lama," kata Ilham Wahab kepada TribunPadang.com di Kantor BPBD Sumbar, Rabu (5/8/2026).
Diketahui Kota Padang dilanda banjir pada Senin (3/8/2026).
Meski secara umum Indonesia saat ini memasuki musim kemarau akibat pengaruh fenomena El Nino, Ilham menjelaskan Sumatera Barat memiliki karakteristik iklim yang berbeda dibanding daerah lain.
Menurutnya, Sumbar merupakan wilayah yang tidak mengenal musim secara tegas sehingga hujan masih dapat terjadi sepanjang tahun.
"Secara iklim Indonesia memang sedang memasuki musim kemarau. Namun Sumatera Barat berbeda karena merupakan daerah yang tidak mengenal musim. Hujan bisa terjadi sepanjang tahun, sehingga kita harus tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi," ujarnya.
Baca juga: Banjir Padang Berulang, Pengamat Ungkap Alih Fungsi Lahan dan Drainase Jadi Penyebab
Terkait penanganan bencana, Ilham mengatakan proses pembersihan rumah warga sudah dimulai sejak banjir surut.
Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi juga diperkirakan telah kembali ke rumah masing-masing.
"Hingga kemarin masih ada masyarakat yang mengungsi. Namun hari ini kami masih menunggu pembaruan data dari BPBD Kota Padang apakah masih ada pengungsi atau tidak. Yang jelas, banjir sudah tidak ada lagi sejak kemarin dan aktivitas pembersihan rumah juga sudah dimulai," katanya.
Ia menambahkan, BPBD Provinsi Sumbar masih menunggu data rinci mengenai dampak banjir dari Pemerintah Kota Padang.
Sementara itu, Ilham memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang terjadi di Kota Padang.
"Sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian banjir kemarin," ungkapnya.
Baca juga: Logistik Makanan Penyintas Bencana Padang Dipastikan Tersedia Pagi, Siang hingga Malam
Ilham juga menjelaskan adanya perubahan jumlah titik banjir yang sebelumnya tercatat 15 lokasi menjadi 20 titik di Padang.
Hal itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi masih terus mengguyur sehingga wilayah terdampak semakin meluas.
"Di awal memang tercatat ada 15 titik banjir. Namun karena hujan masih tinggi, jumlahnya berkembang menjadi 20 titik di Kota Padang," jelasnya.
BPBD Sumbar juga memastikan seluruh bantuan darurat telah disalurkan kepada warga terdampak. Hingga kini belum ada laporan mengenai masyarakat yang belum menerima bantuan.
"Alhamdulillah seluruh bantuan sudah disalurkan. Sejauh ini tidak ada laporan bahwa masih ada masyarakat yang belum tertangani atau belum mendapatkan bantuan," tutupnya. (*)