TRIBUNPALU.COM, PALU – Korban selamat dalam kasus pembantaian satu keluarga di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, berinisial N atau Ade Anisa, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Undata Palu.
Ade Anisa mengembuskan napas terakhir pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA usai menjalani serangkaian operasi akibat luka tusuk dideritanya dalam peristiwa pembunuhan terjadi, Minggu malam (26/7/2026).
Kabar duka tersebut dibenarkan pihak keluarga saat dikonfirmasi TribunPalu.com.
Salah seorang kerabat korban, Dila, mengatakan kondisi Ade Anisa memang terus memburuk sebelum menjalani operasi.
Baca juga: Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu Palu Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan
"Pihak rumah sakit juga sudah menyampaikan agar kami banyak berdoa karena kondisi korban cukup parah," ujar Dila melalui pesan suara WhatsApp, Rabu.
Menurutnya, dokter telah menjelaskan bahwa luka tusuk yang dialami korban mengenai sejumlah organ dalam sehingga peluang untuk pulih sangat kecil.
"Dokter bilang kondisinya sudah sangat parah karena organ dalamnya terkena tusukan," katanya.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, keluarga memutuskan jenazah Ade Anisa akan dipulangkan ke Palopo, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.
Keputusan tersebut berbeda dengan pemakaman suami dan anak korban yang sebelumnya dimakamkan di Kabupaten Barru atas permintaan keluarga.
"Keluarga meminta N dimakamkan di Palopo, sedangkan suami dan anaknya dimakamkan di Barru," ucap Dila dengan nada haru.
Sebelumnya, Ade Anisa sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani operasi toraks akibat luka serius yang dideritanya.
Dengan meninggalnya Ade Anisa, jumlah korban jiwa dalam tragedi pembantaian di Kelurahan Duyu bertambah menjadi tiga orang.
Sebelumnya, suaminya, Jamil, dan anak mereka yang masih berusia dua tahun meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng Besok 6 Agustus 2026, Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan
Sementara itu, aparat kepolisian hingga kini masih terus memburu pelaku pembantaian.
Upaya pencarian dan penyelidikan terus dilakukan dengan memperluas area pencarian ke sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.(*)