TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Pembangunan jembatan gantung menghubungkan Dusun Pattuku dan Dusun Lemo, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Bone, memasuki tahap akhir.
Satgas TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone mulai memasang jaring pengaman sebagai bagian dari proses finishing, Rabu (5/8/2026).
TMMD adalah singkatan dari TNI Manunggal Membangun Desa dulu dikenal ABRI Masuk Desa atau AMD.
Program ini merupakan kerja sama lintas sektor antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan warga untuk mempercepat pembangunan di daerah pedesaan.
Jakar Desa Pattuku ke Watampone ibu kota Bone sekitar 113 Km.
Pengerjaan TMMD dipimpin Kapten Inf. Eko S.
Baca juga: Sepatu Rusak Saat Gerak Jalan HUT RI, Pelajar SMP di Bone Dapat Hadiah dari Bupati
Jaring pengaman dipasang sepanjang sisi jembatan.
Pemasangan itu menjadi salah satu tahapan finishing dalam sasaran fisik Program TNI.
Seluruh personel tampak bekerja secara gotong royong memasang rangka dan jaring pengaman agar kokoh serta sesuai dengan standar keamanan.
Kapten Inf. Eko S mengatakan, pemasangan ram pengaman merupakan bagian penting sebelum jembatan digunakan masyarakat.
Keberadaan jaring pengaman akan memberikan rasa aman bagi warga saat melintasi jembatan gantung tersebut.
Selain memperhatikan kualitas konstruksi, Satgas TMMD juga memastikan setiap bagian jembatan memiliki tingkat keamanan yang memadai.
Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan dua dusun di Desa Pattuku.
Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyelesaian jembatan juga menjadi bukti komitmen Satgas TMMD dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat pedesaan.
Salah seorang warga Dusun Pattuku, Arman (45), mengaku senang melihat progres pembangunan yang terus berjalan.
Jaring pengaman membuat warga semakin yakin untuk menggunakan jembatan setelah rampung.
"Dulu kalau menyeberang kami selalu was-was. Sekarang sudah dipasang pengaman, tentu kami merasa lebih tenang. Kami berharap jembatan ini segera selesai supaya aktivitas warga menjadi lebih mudah," ujarnya saat dikonfirmasi via telfon.
Warga lainnya, Sumiati (39), menilai pembangunan jembatan akan membawa dampak besar bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, akses yang lebih baik akan mempermudah warga menuju kebun, mengangkut hasil panen, hingga mempercepat perjalanan antar dusun.