TPST Tegalega di Bandung Diproyeksikan Bisa Olah Sampah 25 Ton per Hari
Kemal Setia Permana August 05, 2026 09:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegallega, diproyeksikan bisa mengelolah sampah hingga puluhan ton per hari agar bisa membantu menangani masalah di Kota Bandung.

Saat ini fasilitas pengolahan sampah di TPST Tegalega pada dasarnya telah terpasang. Namun, masih terdapat sejumlah peralatan yang belum berfungsi secara optimal sehingga perlu melalui proses penyempurnaan sebelum dihibahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, apabila seluruh peralatan telah berfungsi optimal dan sistem pemilahan sampah berjalan dengan baik, TPST Tegalega diproyeksikan mampu mengolah hingga 25 ton sampah per hari.

"Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan kalau seluruh sistem berjalan optimal dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu," ujar Iskandar, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Terungkap Pelaku Penebang 10 Pohon Tanpa Izin di Depan Six Nine Padel Jalan Riau Kota Bandung

Ia mengatakan, peralatan di TPST ini merupakan pengadaan dari Kementerian PU dan nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun, pihaknya akan menerima alat ini apabila seluruh fungsinya sudah benar-benar optimal.

"Karena itu, saat ini masih dilakukan proses commissioning untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan terdapat beberapa peralatan yang perlu diperbaiki. Bahkan kemungkinan diganti, karena spesifikasi mesin yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik sampah yang diolah.

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi RDF belum maksimal. Meski demikian, Iskandar melihat perkembangan positif dari proses commissioning yang sedang berlangsung. Salah satunya, mampu menghasilkan briket RDF dan RDF curah berupa hasil pencacahan.

"Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan pelaku UMKM," ucap Iskandar.

Baca juga: Pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi Dimulai, Pekan Depan Rekayasa Lalin

Menurutnya, pengembangan produk turunan seperti briket menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga tetap akan memenuhi komitmen penyediaan RDF curah sesuai kerja sama yang telah berjalan dengan pihak industri.

Melalui optimalisasi fasilitas dan pengembangan produk bernilai tambah, Iskandar berharap TPST Tegalega dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.