Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan bersama mitra menyelenggarakan VaxSocial Government Learning Exchange sebagai forum pembelajaran antarnegara untuk memperkuat kepercayaan terhadap vaksin, dengan delegasi Nigeria, India, dan mitra pembangunan global melakukan observasi lapangan di Posyandu Kepodang A, Depok.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan dr. Indri Yogyaswari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa terpilihnya Posyandu Kepodang A sebagai lokasi pembelajaran menunjukkan pengakuan terhadap praktik kolaborasi yang telah dibangun Indonesia dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

"Posyandu merupakan jantung pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Di sinilah berbagai layanan kesehatan dasar diberikan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga pelayanan imunisasi. Kekuatan Posyandu terletak pada semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat," ujar dr. Indri.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik baik Indonesia dalam menggerakkan masyarakat melalui Posyandu, tenaga kesehatan, dan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer.

Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif, aman, dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain melindungi setiap anak, imunisasi juga membangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi masyarakat secara luas, termasuk mereka yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Namun, katanya, masih ada tantangan, mulai dari penyebaran misinformasi, keraguan terhadap vaksin, hingga hambatan akses layanan imunisasi. Karena itu, dr. Indri menekankan pentingnya memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Kita harus terus menyampaikan informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat dengan penuh kesabaran dan empati. Mari yakinkan setiap orang tua bahwa membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap merupakan salah satu bentuk kasih sayang kepada anak agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan produktif di masa depan," katanya.

Dia juga berharap forum Government Learning Exchange menjadi ruang saling belajar antarnegara sehingga berbagai inovasi dan praktik baik dapat diadaptasi untuk memperkuat program imunisasi di masing-masing negara.

"Pengalaman Indonesia dalam membangun kepercayaan terhadap vaksin melalui kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kemitraan lintas sektor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, sekaligus memperkaya pembelajaran Indonesia dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh anak," katanya.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok Cing Ikah menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi pembelajaran internasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, CISDI, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu menjadi modal penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

"Kami berharap tidak ada anak di Kota Depok yang tertinggal imunisasinya. Dengan semangat kolaborasi, kami ingin mewujudkan Depok Zero Dose sehingga seluruh anak memperoleh imunisasi lengkap sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045," ujarnya.

Cing Ikah menyebutkan, Kota Depok memiliki sekitar dua juta penduduk dengan 1.083 Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan pada sejumlah Posyandu, Pemerintah Kota Depok berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi ke seluruh Posyandu sehingga semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan imunisasi berkualitas.