TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.
Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH), berhasil meraih Juara 1 Lomba Vlog Sejarah pada ADIA International Festival 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UIN Saizu dalam memadukan kajian sejarah dengan kreativitas digital untuk memperkuat literasi sejarah di kalangan generasi muda.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian ADIA International Conference 2026 yang berada di bawah naungan Forum Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA).
Tahun ini, kegiatan diselenggarakan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah.
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 24 Juli 2026 bersamaan dengan penutupan seluruh rangkaian ADIA International Festival 2026.
Ajang tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang menampilkan karya-karya inovatif di bidang adab, humaniora, sejarah, dan kebudayaan.
Keberhasilan mahasiswa Prodi SPI meraih posisi tertinggi pada kategori Vlog Sejarah menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah tidak lagi terbatas pada ruang kelas maupun karya ilmiah.
Melalui media digital, mahasiswa mampu mentransformasikan kajian sejarah menjadi konten edukatif, komunikatif, dan menarik bagi masyarakat luas.
Pemanfaatan media vlog dinilai mampu mendekatkan pesan-pesan sejarah kepada generasi muda melalui pendekatan visual yang lebih interaktif.
Inovasi tersebut juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah sekaligus memperkuat literasi budaya di era digital.
Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Saizu Purwokerto, Arif Hidayat, mengapresiasi capaian yang diraih mahasiswanya.
Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa SPI tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
"Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Prodi SPI dan FUAH. Kami berharap mahasiswa terus berinovasi dalam mengembangkan kajian sejarah melalui berbagai media digital sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan literasi sejarah di masyarakat," ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik, kreativitas, serta kemampuan literasi digital dalam memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain menjadi ajang kompetisi, ADIA International Festival 2026 juga mengusung semangat pengembangan ilmu-ilmu adab dan humaniora di era digital.
Berbagai perlombaan akademik dan kreatif diselenggarakan untuk mendorong inovasi berbasis teknologi sekaligus memperkuat jejaring akademik antarpeneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Prestasi yang diraih mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam semakin menegaskan komitmen FUAH UIN Saizu dalam mencetak lulusan yang unggul, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan pelestarian sejarah.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Saizu untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional maupun internasional. (***)