Geger Warga Temukan Bayi Perempuan Penuh Luka di Asahan, Bermula Dengar Suara Tangsian
Angel aginta sembiring August 06, 2026 10:54 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Geger warga temukan bayi perempuan penuh luka di Asahan.

Adapun warga Desa Rawang Panca Arga, Asahan digegerkan dengan penemuan bayi perempuan pada Selasa (4/8/2026) malam.

Kondisi bayi yang penuh luka di wajah tersebut ditemukan oleh warga bernama Kenedi Siregar.

Kenedi awalnya mendengar suara tangisan.

Karena curiga langsung mencari sumber suara dan menemukan bayi perempuan di tepi sungai.

Ia kemudian langsung membawa bayi tersebut ke Puskesmas Rawang Panca Arga.

Baca juga: Curhat Terakhir WLG Eks Istri Polisi Tewas Penuh Luka, Sedih Anak-anak Dikenalkan Pacar Brigadir IH

"Setelah itu, kepala puskesmas menghubungi kami (Polsek Kota Kisaran)

dan kami sarankan untuk dirujuk ke rumah sakit umum karena anak ditemukan selamat," kata IPDA Supangat, Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Rabu (5/8/2026).

Setelah dibawa ke rumah sakit umum, ditemukan bayi yang diperkirakan berusia 2 hingga 3 hari itu dalam kondisi wajah penuh luka.

"Kami melihat bayi tersebut dalam kondisi sehat, namun wajahnya terdapat luka lecet yang cukup parah," katanya.

Ia mengaku, saat ini timnya masih melakukan penyelidikan siapa orang tua dari bayi tersebut, dan siapa pelaku diduga yang tega membuang bayi tersebut.

Baca juga: Harga Emas Antam 6 Agustus 2026 Meroket Lagi, Naik Rp 80.000 Per Gram

Pasalnya pada, Minggu (26/7/2026) petang, masyarakat menemukan jasad bayi yang sudah membiru di tumpukan sampah. 

Unit Reskrim Polsek Binjai Kota disebut tengah menyelidiki dugaan pembuangan bayi tersebut. 

Kanit Reskrim Polsek Binjai Kota, AKP M Firdaus mengakui, pihaknya tengah menyelidiki dugaan pembuangan bayi tersebut. 

"Ya benar, sedang dalam penyelidikan," ujar Firdaus, Senin (27/7/2026).

Firdaus menjelaskan, pihaknya mendapatkan kabar dugaan pembuangan bayi tersebut dari kepala lingkungan setempat. 

Atas informasi itu, personel Polsek Binjai Kota meluncur ke lokasi.

Sesampainya di lokasi, ditemukan bayi tersebut dikemas dalam plastik warna kuning dalam keadaan dibedung kain panjang warna coklat. 

Baca juga: Keputusan Dokter Tifa Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi: Tugas Saya Sudah Selesai

Bahkan, plasenta atau tali pusatnya masih menyatu alias belum putus.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Djoelham untuk mendapat penanganan medis. 

Namun sayang, nyawa bayi tersebut tidak tertolong dan kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk divisum. 

Terpisah, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Tangsi, Anto menjelaskan, penemuan bayi bermula ketika seorang warga mencari barang-barang bekas di lokasi pembuangan sampah di pinggir bantaran sungai. 

Warga terkejut saat melihat sesosok bayi tergeletak di antara tumpukan sampah.

"Warga langsung meminta bantuan dan bersama petugas membawa bayi tersebut ke RSUD dr Djoelham. Menurut bidan, saat ditemukan bayi masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Namun setelah mendapat penanganan di rumah sakit, dokter menyatakan bayi tersebut telah meninggal dunia," ujar  Anto.

Sejumlah saksi telah diminta keterangan oleh polisi. Begitu juga pemeriksaan cctv di sekitar lokasi.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.