TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sebanyak 32 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Banyumas resmi memasuki masa pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat).
Selama 15 hari ke depan, mereka tidak hanya ditempa kemampuan baris-berbaris, tetapi juga dibentuk menjadi generasi berkarakter, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan.
Hal ini yang akan menjadi bekal mengemban tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banyumas, 17 Agustus 2026 mendatang.
Pusdiklat Paskibra Banyumas ini dibuka langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melalui prosesi Tantingan.
Baca juga: Desa Jipang Banyumas Jadi Lautan Cahaya di Malam Hari, Menara Bambu Curi Perhatian Pengunjung
Dalam kesempatan tersebut, Sadewo menegaskan, Pusdiklat bukan sekadar mempersiapkan peserta agar mampu menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih.
Hal ini menjadi tahapan strategis membentuk karakter calon pemimpin bangsa.
Menurutnya, para peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis yang baik sekaligus karakter, disiplin, integritas, jiwa kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat.
"Adik-adik adalah kader calon pemimpin bangsa yang diharapkan menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat," ujar Sadewo dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Pusdiklat tahun ini mengusung tema "Desa Bahagia".
Tema tersebut, kata Sadewo, memiliki makna mendalam sebagai ruang pembelajaran nilai gotong-royong, kebersamaan, kepedulian, kemandirian, sekaligus penguatan karakter generasi muda.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh.
"Saya berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dan pelatihan ini secara sungguh-sungguh, menjaga disiplin, kesehatan, serta kekompakan, dan senantiasa menjunjung tinggi etika serta semangat pengabdian," katanya.
Sadewo juga meminta para calon Paskibraka menjadikan setiap latihan sebagai proses pembelajaran, setiap tantangan sebagai penguat mental, dan setiap kebersamaan sebagai bekal persaudaraan yang akan dikenang sepanjang hidup.
"Tanamkan dalam diri bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Pembubaran Perumda Pasar Satria Banyumas Sempat Terkendala Opini Akuntan Publik
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas, Eko Heru mengatakan, sebanyak 32 calon anggota Paskibraka mengikuti Pusdiklat tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 30 orang akan bertugas sebagai pasukan inti, sedangkan dua lainnya menjadi pasukan cadangan pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banyumas.
Selama 15 hari pelatihan, para peserta akan menerima berbagai materi, mulai dari baris-berbaris, wawasan kebangsaan, hingga pengetahuan etika.
"Untuk jumlah calon Paskibraka, semua 32, nantinya inti 30 dan cadangan 2," ungkap Eko Heru.
Selain mempersiapkan Paskibra tingkat kabupaten, Banyumas juga mengirimkan dua wakil untuk bertugas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Keduanya yakni Dimas Bagus Radithya dari SMA Negeri 1 Purwokerto dan Sheenaz Raisha Windriya dari SMA Negeri 1 Banyumas.
Eko Heru mengungkapkan, Dimas Bagus Radithya berhasil meraih peringkat pertama putra pada seleksi tingkat provinsi sehingga berhak melaju ke seleksi Paskibraka tingkat nasional sebagai wakil Jawa Tengah.
"Untuk Dimas, meraih peringkat pertama putra dan maju ke seleksi tingkat nasional mewakili Jawa Tengah," katanya. (*)