Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, melantik jajaran pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2026-2031 di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (6/8/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Mulyadin Malik Tandagimpu resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum BMA Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Siti Norma Mardjanu dipercaya sebagai Sekretaris Umum dan Sri Ramlah Sari menjabat Bendahara Umum bersama puluhan pengurus lainnya.
Pantauan TribunPalu.com, Reny Lamadjido memasangkan tanda jabatan kepada Ketua Umum BMA Sulawesi Tengah secara simbolis.
Suasana pelantikan berlangsung kental dengan nuansa budaya.
Para tamu undangan tampak mengenakan busana adat Kaili bernuansa kuning yang dipadukan dengan hiasan kepala siga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta perwakilan dewan adat dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Wakil Gubernur Reny Lamadjido mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus BMA yang baru dilantik.
Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi demi kemajuan masyarakat adat serta pembangunan daerah.
Menurut Reny, Sulawesi Tengah tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki keberagaman budaya, tradisi, dan hukum adat yang hidup di tengah masyarakat multietnis.
Karena itu, kehadiran Badan Musyawarah Adat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian adat, budaya, serta memperkuat jati diri masyarakat Sulawesi Tengah.
"Pembangunan yang sejati bukan hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga identitas budaya, menghormati masyarakat hukum adat, melestarikan bahasa daerah, seni, tradisi, dan kearifan lokal," ujarnya.
Baca juga: Reny Lamadjido, Pramuka Jadi Kunci Kesuksesan, Bentuk Jiwa Kepemimpinan dan Mental Tangguh
Reny menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjadikan lembaga adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Ia juga berharap BMA mampu menjadi wadah pemersatu berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum BMA Sulawesi Tengah, Dr. Mulyadin Malik Tandagimpu, mengatakan organisasi yang dipimpinnya dibentuk untuk menjalankan amanat Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya di bidang adat.
Menurutnya, BMA akan memperkuat koordinasi dengan dewan adat di 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 2.017 lembaga adat yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakter masyarakat yang multikultural.
"Kami akan membangun sinergi dengan seluruh dewan adat serta memohon dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen agar pelaksanaan tugas BMA dapat berjalan dengan baik," katanya.
Baca juga: Reny Lamadjido Sebut Pramuka Jadi Bekal Kepemimpinan hingga Menjabat Wakil Gubernur Sulteng
Mulyadin menambahkan, BMA telah menyusun roadmap organisasi hingga tahun 2031.
Pada tahap awal, pihaknya akan memprioritaskan penguatan kelembagaan sekaligus mendorong digitalisasi data kebudayaan di Sulawesi Tengah.
Selain itu, BMA juga akan mengintegrasikan data kekayaan budaya, termasuk situs-situs megalit yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar seribu titik di Sulawesi Tengah.
"Pelestarian kekayaan budaya dan situs megalit menjadi salah satu tugas penting BMA ke depan," ujar Mulyadin. (*)