Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang gadis cilik menggunakan baju batik berwarna kuning dengan rok hitam asyik bernyanyi di atas panggung SD Global Madani yang berlokasi di Jl. Kav. Raya 14 No.1, Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35142, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Enam Siswa SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung Torehkan Prestasi Hafalan Al-Quran
Dengan lantang, ia menyanyikan lagu “Selalu Ada di Nadimu” milik Bunga Citra Lestari (BCL).
Ia adalah Aisyah Ayudia Inara (8) siswi kelas 4 SD Global Madani Bandar Lampung. Dengan bakat vokal yang terus diasah, Aisyah berhasil meraih medali emas kategori Children pada ajang Jakarta Choral Festival yang digelar di Jakarta.
Aisyah mengaku bahagia dapat membawa pulang penghargaan tersebut. Kompetisi itu menjadi salah satu pengalaman berharga baginya karena harus bersaing dengan banyak peserta berbakat dari berbagai daerah.
“Senang bisa menang. Awalnya merasa gugup, kaki sampai gemetar kalau ikut lomba, tapi saya terus mencoba dan tidak lupa lirik,” ujar Aisyah.
Dalam kompetisi tersebut, Aisyah membawakan lagu berbahasa Inggris berjudul “Why We Sing” dan lagu anak-anak “Mayday”.
Untuk mempersiapkan penampilannya, Aisyah menjalani latihan vokal selama kurang lebih satu bulan sejak Juni.
“Latihan menyanyi, latihan vokal, dan persiapan lainnya sekitar satu bulan,” katanya.
Bakat bernyanyi Aisyah sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini. Sejak duduk di taman kanak-kanak, ia sudah senang bermain gitar dan bernyanyi.
Namun, ia baru mulai mengikuti pelatihan vokal secara serius ketika duduk di kelas 3 SD.
“Saya merasa punya bakat menyanyi, jadi mulai ikut les vokal,” ungkapnya.
Saat ini, Aisyah rutin mengikuti latihan vokal dua kali dalam seminggu. Dari latihan tersebut, ia merasakan banyak perubahan, terutama dalam teknik pernapasan dan penguasaan panggung.
“Dulu saya sering kehabisan napas saat bernyanyi. Sekarang sudah lebih bisa mengatur napas,” ujarnya.
Sebelum mengikuti Jakarta Choral Festival, Aisyah juga telah memiliki pengalaman lomba.
Salah satu kompetisi pertamanya saat kelas 1 SD adalah lomba menyanyi tingkat sekolah, di mana ia berhasil meraih juara kedua.
Pelatih vokal Aisyah, Astri Maulina, mengatakan bahwa Aisyah memiliki potensi besar karena kualitas suara yang sudah terlihat sejak kecil.
Menurut Astri, tantangan terbesar dalam melatih Aisyah bukan hanya soal teknik bernyanyi, tetapi juga membangun rasa percaya diri karena Aisyah masih tergolong anak-anak.
“Karena Aisyah masih 8 tahun, latihan tidak bisa dilakukan dengan tekanan. Biasanya dimulai dari pemanasan, latihan lirik, memperbaiki artikulasi, kemudian masuk ke ekspresi dan penghayatan lagu,” jelas Astri.
Ia menambahkan, setiap lagu memiliki cerita yang harus mampu disampaikan oleh penyanyi. Karena itu, Aisyah juga dilatih memahami makna lagu agar penampilannya tidak hanya mengandalkan suara.
“Anak seusia Aisyah perlu belajar bagaimana menyampaikan cerita dalam lagu. Selain itu, dia juga masih mudah gugup, jadi kami sering memberikan kesempatan tampil di depan orang lain agar jam terbangnya bertambah,” jelasnya.
Meski sudah berhasil meraih medali emas, Aisyah tidak ingin berhenti mengembangkan kemampuan bernyanyinya.
Ia masih mempersiapkan diri untuk mengikuti beberapa kompetisi berikutnya, termasuk lomba menyanyi pada Agustus dan September mendatang.
Deretan prestasi:
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)