TRIBUNJAMBI.COM - Sinetron Biarkan Hati Bicara yang tayang setiap hari pukul 21.35 WIB menghadirkan kisah penuh konflik keluarga, cinta, dan perjuangan hidup.
Sinetron ini mengisahkan perjuangan Arina (Febby Rastanty), seorang perawat yang harus terjebak dalam keluarga yang menyimpan kebencian.
Arina harus tinggal serumah dengan Reno (Rendi John), pria yang mencintainya.
Baca juga: Sinopsis Manis di Bibir Episode 5-6, Pengkhianat yang Dikhianati
Namun, Arina justru terpaksa menjalani pernikahan dengan Fico (Rangga Azof), pria yang ingin menghancurkannya.
Konflik kehidupan Arina semakin menarik karena ia bukan hanya menghadapi tekanan dalam rumah tangga, tetapi juga harus berhadapan dengan trauma masa lalu yang membentuk karakternya.
Febby Rastanty Ungkap Karakter Arina
Febby Rastanty membagikan kisah mengenai karakter Arina yang ia perankan dalam Biarkan Hati Bicara.
Menurut Febby, karakter Arina memiliki perbedaan dengan tokoh protagonis yang biasanya ia perankan.
Arina tidak hanya digambarkan sebagai perempuan yang tertindas dan mudah menangis.
"Aku biasanya kalau protagonis itu tertindas dan menangis aja. Nah, kalau di sini karakter Arina lebih berani," ujar Febby dalam sesi wawancara virtual pada Rabu (5/8).
Febby mengatakan Arina berani menghadapi Fico meskipun mendapat perlakuan kasar.
"Dia enggak takut buat ngelawan Fico. Bahkan ketika Fico bersikap kasar atau sempat mau nampar Arina, dia tetap berani menatap balik. Itu yang menurut aku menarik," terangnya.
Arina Punya Trauma Masa Lalu
Di balik keberaniannya menghadapi Fico, Arina ternyata menyimpan trauma besar sejak masa kecil.
Febby menjelaskan karakter Arina memiliki banyak sisi yang membuatnya semakin kompleks.
"Arina punya banyak layer. Dia berani, tapi sebenarnya punya trauma masa lalu yang besar. Dari kecil dia melihat ibunya dibunuh di depan mata, lalu harus tinggal bersama tantenya. Itu membuat karakternya sangat kompleks dan menarik untuk dipelajari," ungkapnya.
Trauma tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karakter Arina di Biarkan Hati Bicara.
Selain membahas karakter Arina, Febby Rastanty juga menceritakan pengalamannya menjalani proses syuting bersama Rangga Azof dan Rendi John.
Ketiganya ternyata sudah pernah menjalani proses syuting bersama sebelumnya, meskipun tidak selalu dipasangkan dalam satu cerita.
"Aku sama kak Azof sama Rendy, kebetulan kita pernah syuting bareng bertiga. Memang nggak pernah dipasangin bareng bertiga, tracknya tuh sebenarnya berbeda tapi karena udah pernah syuting bareng dan dalam jangka waktu yang lama, nggak sebentar, jadi ya udah cukup kenal gitu,” ucapnya.
Kedekatan tersebut membuat proses syuting Biarkan Hati Bicara menjadi pengalaman tersendiri bagi ketiganya.
Sementara itu, Rendi John turut membagikan tanggapannya mengenai respons penonton terhadap Biarkan Hati Bicara.
Rendi bersyukur kerja keras seluruh pemain dan tim produksi mendapatkan respons yang cukup baik.
"Alhamdulillah sih, dengan hasil yang sudah kami usahakan dari awal, bisa mendapatkan share yang cukup," ujar Rendi Jhon.
Untuk kelanjutan cerita, Rendi berharap setiap adegan dapat menghadirkan emosi yang semakin kuat sehingga penonton ikut terbawa dalam konflik yang terjadi.
"Ke depannya, sih kami berharap mungkin banyak emosi-emosi di setiap scene-nya, jadi mungkin penonton greget," katanya.
Dengan kisah perjuangan Arina sebagai seorang perawat, konflik keluarga, cinta segitiga antara Arina, Reno, dan Fico, serta trauma masa lalu yang membentuk karakter Arina, Biarkan Hati Bicara menawarkan drama yang penuh emosi.
Jangan lewatkan kisah Arina (Febby Rastanty), Reno (Rendi John), dan Fico (Rangga Azof) dalam Biarkan Hati Bicara yang tayang setiap hari pukul 21.35 WIB.