Bomber Rafinha Siap Mati-matian Bawa PSIS ke Super League
khoirul muzaki August 06, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Bomber PSIS Semarang asal Brasil, Rafinha jadi satu-satunya legiun asing musim lalu yang masih bertahan di tim Mahesa Jenar untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.


Rafinha yang musim lalu datang dengan status pemain pinjaman dari PSIM Yogyakarta, pada musim ini mantap meneken kontrak dengan durasi satu musim di PSIS.


Lantas apa keputusannya memilih bertahan?.


Mantan pemain PSCS Cilacap itu mengaku nyaman dalam setengah musim pertama di PSIS.


Menurut Rafinha, Semarang telah memberikan kesan yang baik sejak pertama kali datang. Dukungan dari manajemen maupun lingkungan tim menjadi salah satu alasan yang membuatnya nyaman melanjutkan kiprah bersama PSIS.


"Alasan saya bertahan karena saya senang bisa berada di Semarang. Ini menjadi pengalaman kedua bagi saya. Kesan pertama saya sangat baik. Saya melihat banyak orang di sini, manajemen juga memberikan dukungan penuh. Itu sangat penting bagi saya," ujar Rafinha, Kamis (6/8/2026).


Menghadapi kompetisi musim ini, Rafinha memasang target untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Ia berharap mampu membantu PSIS mencapai target utama, yakni kembali promosi ke Liga 1.


"Target saya musim ini tentu ingin memberikan yang terbaik dan membantu tim meraih target yang telah ditetapkan. Tujuan utama saya adalah membawa PSIS promosi ke Liga 1," katanya.


Rafinha menilai skuad PSIS saat ini memiliki wajah yang berbeda dibanding musim sebelumnya. Kehadiran staf pelatih baru dan sejumlah pemain anyar membuat tim memiliki suasana baru yang dinilainya positif.


Makanya, Rafinha mengaku lebih optimis menatap musim baru.


"Ini adalah musim kedua saya bersama PSIS. Tentu ada perbedaan dibanding musim sebelumnya. Ada staf baru dan teman baru. Saya berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih baik," ucapnya.


Meski dihuni banyak pemain baru dengan kualitas yang baik, Rafinha menegaskan kekompakan tetap menjadi faktor utama. 


Menurutnya, komunikasi di lapangan menjadi kunci agar seluruh pemain dapat menyatu sebagai sebuah tim.


"Teman yang berbeda dan punya reputasi bagus itu biasa di tim mana pun. Yang pasti kami harus bermain sebagai satu tim. Semua pemain harus menunjukkan komunikasi yang baik di lapangan karena komunikasi adalah salah satu kunci permainan," jelasnya.

Baca juga: Sadewo Siapkan Skenario Utang Agar Bus Trans Banyumas Tetap Beroperasi


Ia juga menikmati atmosfer persaingan di dalam skuad PSIS. Baginya, kompetisi memperebutkan tempat di tim utama justru menjadi motivasi agar setiap pemain terus berkembang tanpa mengurangi kebersamaan di luar lapangan.


"Saya sangat menyukai suasana tim ini. Semua pemain memiliki kualitas yang baik untuk bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Persaingan itu sehat dan membuat kami berkembang, tetapi di luar lapangan kami tetap berteman. Saya berharap semua orang bisa menikmati sepak bola dan terus berjuang hingga menit terakhir dalam setiap pertandingan," tuturnya.


Rafinha juga menilai dua rekrutan asing PSIS, Bustos dan Deri Corfe, sebagai pemain berkualitas. Ia mengungkapkan proses adaptasi antarlini serang terus berjalan agar permainan tim semakin padu sebelum kompetisi dimulai.


"Mereka pemain bagus. Corfe juga pernah bermain di PSIM. Kami terus membangun koneksi yang bagus. Pelatih tampaknya ingin memainkan tiga penyerang, jadi kami masih berusaha menyesuaikan. Saya harap kami bisa semakin baik menjelang bergulirnya kompetisi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.