TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yakut Purwokerto mengikuti kegiatan pendidikan pemilih yang diselenggarakan KPU Kabupaten Banyumas pada Kamis (6/8/2026).
Agenda sosialisasi kebangsaan ini diikuti secara antusias oleh 31 murid sekolah setempat.
Para peserta terdiri dari siswa yang telah menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2024 maupun calon pemilih pada Pemilu 2029 mendatang.
Baca juga: Atap Ruang Kelas SLB Batang Ambrol Dimakan Usia, Perbaikan Terkendala Status Lahan
Kepala SLB B Yakut Purwokerto, Wiwi Kusmiyati, menyampaikan bahwa program ini sangat krusial sebagai pembekalan para murid menghadapi pesta demokrasi mendatang.
"Hari ini kita belajar bersama dari KPU tentang Pemilu dan pentingnya hak suara kita," ujarnya.
Dalam agenda ini, para murid diajak secara langsung mempraktikkan alur dan mekanisme di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Siswa mempraktikkan proses berurut mulai dari mengantre, mengisi daftar hadir TPS, hingga menerima lembar surat suara.
Selanjutnya, peserta menuju bilik suara untuk mencoblos, memasukkan berkas ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta pemilu.
Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Sufi Sahlan Ramadhan, menerangkan mengenai tata cara pemberian suara di TPS secara sah dan benar.
Ia menegaskan bahwa memilih merupakan hak konstitusional seluruh warga negara, termasuk para siswa SLB yang sudah menginjak usia 17 tahun.
Pihak penyelenggara mendesain suasana TPS nyata lengkap dengan peralatan seperti bilik, kotak suara, hingga petugas KPPS untuk mendampingi siswa.
Langkah ini ditempuh agar murid-murid dapat mengenali dan merasakan secara langsung atmosfer pemungutan suara.
Sufi berharap kegiatan edukasi ini dapat menepis pandangan miring terhadap kelompok rentan dan disabilitas.
"Dari kegiatan ini, harapannya kita dapat mengetahui kelompok rentan seperti penyandang disabilitas bukan warga negara kelas dua," terang Sufi.
"Namun sebaliknya mereka memiliki kemampuan dan kapasitas yang setara, serta memiliki hak yang sama pula dalam Pemilu yang inklusif yang perlu diperjuangkan bersama-sama," lanjutnya.