TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Jalan Tol Harbour Road II (HBR II) ruas Ancol Timur-Pluit disiapkan menjadi jalur utama untuk menopang arus logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tol layang tersebut dibangun untuk meningkatkan konektivitas kendaraan angkutan barang di salah satu kawasan pelabuhan tersibuk di Indonesia.
Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Arief Budhy Hardono mengatakan, fungsi utama Harbour Road II bukan hanya melayani kendaraan masyarakat umum.
Menurut dia, proyek tersebut juga diprioritaskan untuk mendukung kelancaran transportasi logistik.
"Yang utama dari HBR 2 ini selain transportasi publik, juga adalah transportasi logistik. Bukan hanya transportasi untuk publik, tapi juga transportasi yang berkaitan dengan logistik," kata Arief saat peninjauan proyek, Kamis (6/8/2026).
Arief menjelaskan, kebutuhan pembangunan Harbour Road II tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok melayani sekitar 8,3 juta TEUs peti kemas setiap tahun.
Ke depan, kapasitas pelabuhan tersebut ditargetkan meningkat menjadi 11,5 juta TEUs per tahun.
Peningkatan kapasitas itu diperkirakan akan berdampak pada bertambahnya volume kendaraan logistik yang keluar masuk kawasan pelabuhan.
Karena itu, akses jalan tambahan dinilai menjadi kebutuhan agar distribusi barang tetap berjalan lancar.
"Di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini sudah 8,3 juta TEUs per tahun dan rencana akan ditingkatkan menjadi 11,5 juta TEUs per tahun, sehingga dibutuhkan antrean yang lebih cepat. Untuk itu HBR2 menjadi solusi bagi konektivitas dari timur ke barat, dari barat ke timur di DKI Jakarta," ujar Arief.
Ia berharap kehadiran Harbour Road II dapat memangkas kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat pergerakan logistik nasional.
Selain itu, jalan tol tersebut juga diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Harbour Road II sendiri merupakan jalan tol layang sepanjang 9,68 kilometer yang menghubungkan Ancol Timur hingga Pluit.
Proyek itu dibangun sepenuhnya menggunakan investasi swasta tanpa menggunakan dana APBN.
Hingga Juli 2026, progres konstruksi Jalan Tol Harbour Road II telah mencapai 44,12 persen.
Sementara pembebasan lahan telah mencapai 253.291 meter persegi atau 64,57 persen dari total target.
Adapun lahan yang sudah dapat dikerjakan untuk konstruksi mencapai 319.895 meter persegi atau 81,55 persen dari target keseluruhan.
Baca juga: Lapor Polisi, Artis Sinetron Sali Irsalina Luka Lebam Diduga Dianiaya Pacar di Tol Fatmawati
Baca juga: Cekcok di Mobil, Pesinetron Sali Irsalina Diduga Dianiaya Kekasih di Tol Fatmawati
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini: Mobil Terguling di Tol Japek KM 24 Dekat MBZ, Truk Terbalik di Purbaleunyi