Usia 15 tahun umumnya baru kelas 9 SMP atau kelas 10 SMA. Namun, Kevin Sitanggang justru sudah resmi menjadi mahasiswa baru di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kok bisa?
Dengan usianya yang belum genap 15 tahun, Kevin diumumkan sebagai mahasiswa termuda ITB pada 2026. Mahasiswa baru Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) itu mengatakan ia baru akan berulang tahun ke-15 pada 22 Agustus nanti.
Perjalanan akademik Kevin memang berbeda dengan rekan-rekan seusianya. Ayahnya, yang merupakan alumni ITB, melihat potensi akademiknya sejak kecil.
"Beliau punya prinsip yang cukup kuat soal pendidikan. Beliau merasa saya bisa belajar lebih cepat, jadi kenapa harus mengikuti ritme yang sama dengan yang lain," katanya dalam detikJabar, Kamis (6/8/2026).
Tamat SD dalam Empat Tahun
Kevin menceritakan bahwa ia menamatkan SD dalam waktu empat tahun saja dengan program akselerasi. Karena program percepatan ini, Kevin kerap menjadi yang termuda di jenjang SMP dan SMA.
"SMP dan SMA normal, tapi karena SD saya lebih cepat, akhirnya saya selalu jadi yang paling muda di angkatan," katanya.
Biasa Belajar Materi Sulit di Rumah
Dengan perkembangan akademik yang berbeda dengan anak seusianya, Kevin terbiasa mempelajari materi yang tingkat kesulitannya berada dua hingga tiga tahun di atas kurikulum sekolah. Pola belajar ini telah diterapkan sejak ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
"Dari TK saya sudah diajarkancalistung ketika teman-teman masih belajar membaca. Memang dulu perjuangannya berat karena sering dimarahi, tapi sekarang saya merasa hasilnya terbayar,"kenangnya.
Ia pernah mempertanyakan alasan ayahnya membuatnya mempelajari materi yang jauh lebih sulit dibandingkan dengan pelajaran di sekolah. Jawaban atas pertanyaan itu baru ia rasakan ketika berhasil diterima di ITB.
Kevin menyadari tekanan akademik di perguruan tinggi akan jauh lebih tinggi, sehingga bekal yang diberikan ayahnya sejak kecil menjadi keuntungan tersendiri.
"Pas saya sampai di ITB, saya baru sadar ternyata tekanan belajarnya memang akan seberat itu. Baru sekarang saya paham maksud ayah saya," katanya.
Meski memiliki disiplin belajar, Kevin mengatakan orang tuanya tetap memberikan ruang untuk bermain. Ia memperoleh waktu luang setelah menyelesaikan target belajar atau mengikuti kompetisi.
"Kalau saya bisa menyelesaikan lomba atau belajar dengan baik, ayah saya kasih waktu buat main. Jadi tetap ada keseimbangannya," ujarnya.
Target Selama Kuliah
Kini, Kevin telah menyiapkan sejumlah target selama kuliah. Ia ingin aktif mengikuti Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA), kompetisi sains, serta organisasi kemahasiswaan yang mendukung pengembangan akademiknya.
"Saya ingin ikut ONMIPA, ikut lomba-lomba sains, dan aktif di organisasi. Kalau UKM mungkin enggak terlalu banyak, saya ingin lebih fokus ke akademik," kata Kevin.
Meski menjadi mahasiswa di usia yang masih sangat muda, Kevin mengaku tidak terlalu memikirkan perbedaan usia dengan temannya. Baginya, tantangan akademik harus dihadapi apa adanya.
"Kalau melihat materinya susah, ya sudah hadapi saja. Enggak ada cara untuk kembali lagi," ujarnya.





