UT Kukuhkan 6 Profesor, Dorong Riset Jadi Solusi Nyata bagi Masyarakat
GH News August 06, 2026 09:09 PM
Jakarta -

Universitas Terbuka (UT) mengukuhkan enam profesor dalam sidang terbuka di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kamis (6/8/2026). Keenam profesor menyampaikan gagasan berbasis riset yang menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari transformasi pendidikan, tata kelola pemerintahan, lingkungan, literasi, kecerdasan artifisial (AI), hingga perlindungan pekerja migran.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-42 UT yang mengusung tema 'Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri'. Tema tersebut menegaskan komitmen UT untuk terus berinovasi dalam pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, sekaligus memastikan hasil riset dan karya akademiknya memberi manfaat bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan di Indonesia.

Adapun pengukuhan profesor bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

Melalui tema orasi ilmiah 'Transformasi Menuju Ekosistem Peradaban Berkelanjutan', keenam profesor menunjukkan tantangan masa depan tidak dapat dijawab oleh satu disiplin ilmu. Namun, dibutuhkan kolaborasi pemikiran yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Prof. Dr. Tita Rosita, M.Pd. mengangkat pentingnya membangun ekosistem pembelajaran abad ke-21 yang adaptif, personal, dan berpusat pada mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi, analitik pembelajaran, serta AI.

Sementara itu, Prof. Dr. Suparti, M.Pd. menyoroti strategi pembelajaran literasi untuk membentuk peserta didik yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif di era digital. Adapun Prof. Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd. menghadirkan pendekatan baru dalam pembelajaran matematika melalui pemanfaatan AI, Python Virtual Lab, dan GeoGebra dalam pembelajaran matematika guna memperkuat kemampuan computational thinking dan literasi AI.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si. mengusulkan konsep smart governance yang mengintegrasikan teknologi digital, data, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di sisi lain, Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si. menawarkan desain model pelaporan kolaboratif berbasis End Mobile Traffic App untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari praktik forced scamming yang semakin berkembang.

Isu keberlanjutan lingkungan turut mendapat perhatian melalui orasi Prof. Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si. yang memperkenalkan pendekatan River-Settlement Symbiotic System (RS3). Melalui pendekatan tersebut, sungai dipandang sebagai bagian dari ruang hidup masyarakat yang perlu dikelola secara terpadu bersama kawasan permukiman.

Gagasan tersebut menawarkan perspektif baru dalam membangun kota yang lebih tangguh, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus mengurangi risiko bencana di kawasan perkotaan.

Melalui enam orasi ilmiah tersebut, UT menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti pada publikasi akademik. Hasil riset diharapkan dapat menjadi dasar lahirnya inovasi dan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai bidang.

"Bagi UT, itulah makna seorang profesor. Gelar akademik tertinggi bukan menjadi garis akhir perjalanan keilmuan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan zaman," tulis keterangan resmi UT, Kamis (6/8/2026).

"Sejalan dengan semangat 'Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri', UT terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, tetapi juga melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia," tutup keterangan resmi UT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.