Water Bombing Pemadaman Kebakaran di Kawasan Bromo Tunggu Kedatangan Dua Unit Helikopter dari BNPB
Eko Darmoko August 06, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo terus diperkuat.

BPBD Jawa Timur memastikan sebanyak dua unit helikopter disiapkan untuk mendukung operasi water bombing di kawasan yang sulit dijangkau petugas darat.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, hingga Kamis (6/8/2026) sore, masih terdapat sejumlah titik di kawasan Bromo yang mengeluarkan kepulan asap.

Karena itu, proses pemadaman dan pembasahan terus dilakukan secara intensif.

“Sejak pagi hingga siang tadi pemadaman dilakukan secara masif menggunakan alat semprot, mobil pemadam kebakaran, truk tangki, hingga drone."

"Namun berdasarkan laporan terakhir, masih ada beberapa wilayah yang mengeluarkan asap sehingga proses pembasahan terus dilanjutkan,” ujar Gatot saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Drone Digunakan untuk Percepat Pemadaman Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo

Menurutnya, satu helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini masih dalam perjalanan menuju Jawa Timur.

Helikopter tersebut telah berangkat dari Palangkaraya, namun harus singgah di Banjarmasin untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan penerbangan ke Surabaya pada Jumat (7/8/2026).

Selain itu, BPBD Jatim juga terus mengupayakan tambahan dukungan udara sehingga total sementara terdapat dua unit helikopter yang disiapkan untuk operasi pemadaman.

“Untuk bantuan helikopter sementara kita masih menunggu kedatangannya sebanyak dua unit,” katanya kepada SURYAMALANG.COM.

Gatot menjelaskan, helikopter akan menjadi andalan untuk menjangkau titik-titik api yang berada di lereng curam dan kaldera yang sulit diakses tim darat.

Masing-masing helikopter diperkirakan memiliki kapasitas membawa sekitar satu ton air dalam setiap operasi water bombing.

Sembari menunggu helikopter tiba, BPBD Jatim memaksimalkan penggunaan drone water spray untuk membasahi area yang tidak dapat dijangkau personel.

Drone tersebut memiliki kapasitas tangki sekitar 150 liter air.

Baca juga: Helikopter Water Bombing Disiapkan untuk Padamkan Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo

“Kami menggunakan drone untuk melakukan pembasahan di area-area yang sulit dijangkau."

"Diharapkan bisa memaksimalkan proses pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar masih tercatat sekitar 80 hektare.

Data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui apabila ada perkembangan terbaru dari lapangan.

Gatot mengungkapkan, tantangan terbesar dalam proses pemadaman bukan hanya medan yang terjal, tetapi juga kondisi cuaca di kawasan Bromo.

Pada siang hari, angin bertiup cukup kencang sehingga api mudah merambat ke area lain.

Sementara memasuki sore hari, kabut tebal mulai turun dan membatasi jarak pandang sehingga operasi pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara, tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kendala pemadaman di antaranya cuaca. Siang hari anginnya sangat kencang sehingga api cepat menyebar."

"Setelah pukul 15.00 WIB kawasan Bromo biasanya tertutup kabut sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal,” jelasnya.

BPBD Jatim juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan pelaksanaan modifikasi cuaca.

Namun, hingga kini upaya tersebut belum memungkinkan karena pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut masih belum memenuhi syarat.

“Sudah kami komunikasikan dengan BMKG. Potensi pertumbuhan awan hujan masih belum maksimal sehingga modifikasi cuaca belum bisa dilakukan."

"Untuk sementara langkah yang dapat dilakukan adalah water bombing,” katanya.

Meski demikian, intensitas operasi water bombing nantinya juga akan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Apabila angin terlalu kencang atau kawasan tertutup kabut, helikopter tidak dapat diterbangkan.

Sementara itu, dampak kebakaran juga masih memengaruhi aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jalur masuk menuju Bromo dari arah Malang dan Lumajang masih ditutup karena berada di area terdampak kebakaran.

Wisatawan masih diperbolehkan masuk melalui jalur yang dibuka, namun hanya sampai kawasan Lautan Pasir.

Selain menghambat aktivitas wisata, kebakaran juga berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan Bromo. Adapun perhitungan kerugian akibat kebakaran masih dilakukan BPBD Jatim bersama pihak TNBTS.

Baca juga: Kebakaran di Kawasan Bromo Kian Meluas, Operasi Terpadu dan Sistem Deteksi Diturunkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.