TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/26.2035/Sekr-DiSTANAK tentang Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Produksi Pertanian yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulut.
Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman terkait antisipasi musim kemarau dan potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi akibat perubahan iklim.
Dalam surat itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta segera mengambil langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian agar tidak terdampak kemarau berkepanjangan.
Beberapa langkah yang harus dilakukan di antaranya memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG sebagai sistem peringatan dini, mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur air dangkal, hingga memaksimalkan irigasi perpompaan dan perpipaan.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mempercepat masa tanam dengan menggunakan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan, mengatur pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air, serta memperkuat koordinasi dalam pemantauan lahan pertanian dan pelaporan produksi.
Tak hanya itu, Pemprov Sulut juga meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengusulkan kelompok tani yang terdampak kemarau sebagai calon penerima bantuan pompa air sesuai pedoman Kementerian Pertanian.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling mengatakan langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar produksi pangan di Sulawesi Utara tetap terjaga meski menghadapi ancaman musim kemarau.
"Ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah. Saya meminta seluruh kepala daerah bergerak cepat, memetakan wilayah rawan kekeringan, mengoptimalkan seluruh infrastruktur irigasi yang ada, dan memastikan petani mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. Jangan sampai kemarau mengganggu produksi pangan masyarakat Sulawesi Utara," tegas YSK.
Ia juga menegaskan Pemprov Sulut terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian guna menghadirkan berbagai program dan bantuan bagi petani.
"Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, kita terus memperjuangkan tambahan bantuan irigasi, pompa air, alat mesin pertanian, hingga program optimalisasi lahan agar sektor pertanian Sulut tetap produktif menghadapi perubahan iklim," ujar Gubernur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova Pangemanan, menjelaskan pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi jauh sebelum puncak musim kemarau.
Menurutnya, sejak April 2026 pemerintah sudah mengingatkan adanya potensi kemarau pada periode Juli hingga Oktober akibat perubahan iklim.
"Langkah-langkah antisipasi sudah kami laksanakan. Kami telah menginstruksikan seluruh dinas pertanian kabupaten dan kota untuk menginventarisasi kembali seluruh bantuan irigasi yang telah disalurkan sejak 2024 agar segera dimanfaatkan ketika lahan mulai mengalami kekurangan air," kata Nova.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 106 unit irigasi perpompaan dan 24 unit irigasi perpipaan yang telah disiapkan untuk membantu kebutuhan air di lahan pertanian.
"Irigasi perpompaan digunakan untuk mengalirkan air dari bawah ke atas, sedangkan irigasi perpipaan memanfaatkan aliran air dari tempat yang lebih tinggi menuju lahan pertanian," jelasnya.
Selain itu, bantuan pompa air yang disalurkan pada 2024 dan 2025 juga kembali didata agar dapat segera digunakan saat diperlukan.
Pada tahun 2026, Dinas Pertanian juga menjalankan program konservasi air berupa pembangunan 39 unit embung, parit, dan long storage sebagai tempat penampungan air.
"Bangunan konservasi air ini disiapkan untuk menampung air dari sumber yang tersedia kemudian dialirkan ke lahan yang terdampak kekeringan akibat El Nino. Program ini merupakan bantuan Kementerian Pertanian yang dikelola oleh kelompok tani," ujarnya.
Nova menambahkan, berkat komunikasi intensif yang dilakukan Gubernur YSK dengan pemerintah pusat, Sulawesi Utara kembali memperoleh tambahan bantuan irigasi perpompaan sebanyak 42 unit serta irigasi perpipaan.
Tak hanya itu, Sulut juga mendapat pembangunan jaringan irigasi tersier sebanyak 70 unit pada tahap pertama, sementara tahap kedua sebanyak 62 unit yang akan tersebar di sejumlah kabupaten sesuai potensi pengembangan komoditas padi, jagung, dan hortikultura.
"Pak Gubernur juga meminta kepada Menteri Pertanian agar Sulawesi Utara mendapatkan program optimalisasi dan rehabilitasi lahan pertanian. Dari upaya itu, Sulut memperoleh tambahan alat dan mesin pertanian, pompa air, serta berbagai sarana produksi lainnya untuk mendukung petani menghadapi dampak perubahan iklim," tutup Nova.
(TribunManado.co.id/Ren)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK