Dampak El Nino, Hari Ini 2 Kejadian Karhutla di Minahasa Utara
Ventrico Nonutu August 06, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Airmadidi - Dampak musim kemarau berkepanjangan atau fenomena El Nino, mendatangkan dampak terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terjadi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Dari informasi yang dirangkum, pada hari Kamis (6/8/2026) tercatat ada dua kejadian Karhutla di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

"Hari ini ada dua kejadian, di Desa Pulisan Kecamatan Likupang Timur dan di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan, terhadi kebakaran alang-alang," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Minut Usman melalui Sekretaris Dinas Dolly Kenap saat bersua dengan Tribun Manado di Airmadidi, Kamis (6/8/2026).

Lanjutnya, ada dua sampai tiga peristiwa karhutla selang bulan Agustus 2026. 

Bahkan di penghujung bulan Juli 2026, ada satu hari kejadian karhutla sebanyak lima kejadian.

Sebelumnya menyikapi kondisi cuaca ekstrim itu dan upaya pencegahan karhutla, digelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino di Wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) berlangsung di Lapangan Mapolres Minut jalan Worang by Pass, Selasa (4/8/2026).

Melibatkan ratusan personil gabungan Polri, TNI, Basarnas Manado, BPBD, Dinas Damkar dan Penyelamatan serta Satpol PP Kabupaten Minut.

Apel di pimpin Bupati Kabupaten Minahasa Utara Dr Joune Ganda didamping Kapolres Minut AKBP Auliya Djabar diwakili Wakapolres Kompol Thely Mawindingan.

Terkait dengan Kebakaran hutan dan lahan, Polres Minut tengah dan terus melalukan langkah taktis.

"Kami sudah jadwalkan patroli rutin hampir setiap hari dilakukan oleh satuan fungsi Sabhara Polres Minut di wilayah Kabupaten Minut," kata Wakapolres Kompol Thely Mawindingan saat diwawancara usai Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino di Wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) berlangsung di Lapangan Mapolres Minut jalan Worang by Pass, Selasa (4/8/2026).

Saat diwawancara Wakapolres Minut didampingi Bupati Minut Dr Joune Ganda, Kabag Ops Polres Minut AKP Gede Indra, dari TNI dan dari Basarnas.

Dalam Apel itu, Bupati Kabupaten Minut Dr Joune Ganda membacakan amanah Kapolda Sulut.

Menurutnya ada beberapa poin penting dari amanah itu untuk diingatkan, mulai dari kekompakan semua stekholder ada Pemerintah, TNI, Polri, Basarnas serta semua pihak untuk mengingatkan masyarakat dan antisipasi agar tidak ada yang lalai sehingga bisa menimbulkan kebakaran akibat kemarah berkepanjangan dengan fenomena el nino. 

"Dalam amanat tersebut Kapolda Sulut ingatkan masyarakat dalam penggunaan atau konsumsi air di tengah el nino harus hemat air agar tidak kekeringan," kata Bupati Joune Ganda.

Sembari menambahkan, patut disyukuri Kabupaten Minut ada Gunung Klabat yang memiliki sumber air sehingga harus di jaga, pantau jangan sampai aktivitas pendakian ada kelalaian buat api maupun buang puntung rokok.

Maka sejak mereka naik, harus dingatkan akan hal-hal yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Gunung Klabat.

Dalam menghadapi fenomena el nino, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif seperti akan buka lagan jangan pakai metode bakar karena itu sangat berbahaya.

"Informasi BMKG musim kemarau saat ini akan berlangsung panjang. Pihaknya berterima kasih ke semua pihak atas kolaborasi mengadapi El Nino karena kalau dilakukan dengan ego sektoral tidak akan maksimal," kata dia.

Sebagai Bupati ia himbau, di tengah musim kemarau panjang dengan fenomena el nino masyarakat harus saling bantu, saling ingatkan, liat kiri kanan di tempat tinggal ketika didapati langkah yang tidak disengaja dan bisa berpotensi kebakaran agar diingatkan.

Kembali Bupati Joune pesan penting jaga sumber air di Gunung Klabat, karena beberpa tahun lalu pernah ada kebakaran di titik Gunung tertinggi di Sulut.

"Kalau Gunung Klabat Aman. Puji Tuhan Alhamdulillah sumber air aman, dan tetap harus hemat air," tandasnya.

(TribunManado.co.id/Crz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.