Detik-detik Evakuasi Penumpang Speedboat di Bulungan, 8 Orang Lanjutkan Perjalanan ke Tarakan
Cornel Dimas Satrio August 06, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran Speedboat SB Sekatak AAA Kaltara di perairan Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltara.com, armada berangkat dari Tanjung Selor ke Tarakan pada pukul 10.20 WITA. Sekira 15 menit berlayar, speedboat kemudian terbakar.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk mengecakuasi para penumpang dan awak speedboat.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril yang diwawancarai media sore tadi di kantornya  mengungkapkan laporan pertama diterima sekitar pukul 11.41 Wita dari BPBD Bulungan.

Laporan tersebut menyebut terjadi kecelakaan speedboat di wilayah Sungai Salimbatu dengan posisi koordinat 2 derajat 54 menit 30,30 detik Lintang Utara dan 117 derajat 20 menit 28,70 detik Bujur Timur.

"Pukul 11.41 WITA, kami menerima laporan dari Bapak Rafli BPBD Bulungan bahwa terjadi kecelakaan speedboat di wilayah Sungai Salimbatu. Speedboat membawa penumpang kurang lebih 30 orang, " kata Syahril.

Data manifest menunjukkan speedboat tersebut membawa 22 penumpang dewasa dan tiga anak-anak atau total 25 penumpang. Kemudian ditambah lima ABK sehingga keseluruhan orang yang berada di atas speedboat diperkirakan mencapai sekitar 30 orang.

Proses Evakuasi

Begitu menerima informasi tersebut, Basarnas Tarakan langsung mengerahkan personel bersama Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Kaltara menuju lokasi kejadian. 

Namun ketika tim tiba, fokus operasi bukan lagi penyelamatan korban yang masih berada di kapal, melainkan memastikan seluruh penumpang telah berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi menuju tempat aman.

Speedboat tersebut terbuat dari bahan fiber, sehingga api bisa melalap habis rangka transportasi air ini.

Menurut Syahril, penyelamatan terhadap speedboat terkendala cepatnya kobaran api.

Beruntung, lanjut Syahril, posisi speedboat saat kebakaran masih berada sangat dekat dengan daratan sehingga nakhoda masih memiliki kesempatan mengarahkan kapal ke tepi sungai.

Kondisi ini, kata Syahril, menjadi faktor utama yang menyelamatkan seluruh penumpang dari kemungkinan korban jiwa.

"Untung penumpang masih bisa menyelamatkan diri karena speedboat masih berada di tepi sungai. Mereka langsung berlari ke darat sehingga semuanya bisa selamat," ujarnya.

06082026 Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril 01
EVAKUASI PENUMPANG - Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril saat dikonfirmasi media, Kamis (6/8/2026). Ia menceritakan detik-detik evakuasi penumpang speedboat yang terbakar di Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Semua penumpang selamat.

Baca juga: Kesaksian Korban Detik-detik Speedboat Terbakar di Salimbatu Bulungan, Lompat ke Pinggir Sungai

8 Penumpang Lanjut ke Tarakan

Saat tim SAR gabungan tiba, seluruh penumpang telah berada di daratan. Tim SAR kemudian membantu proses evakuasi lanjutan dari lokasi kejadian menuju Pelabuhan Kayan II, Bulungan.

Adapun jarak lokasi TKP terbakar ke Pelabuhan Kayan II di Tanjung Selor, sekira 4,62 nautical mile.

Dari lokasi tersebut, delapan orang penumpang memilih melanjutkan perjalanan menuju Tarakan karena memiliki jadwal penerbangan yang tidak bisa ditunda.

Sementara penumpang lainnya memutuskan kembali ke Bulungan.

"Ada delapan orang yang menuju Tarakan. Mereka penumpang pesawat yang akan berangkat. Yang lainnya memutuskan kembali," jelas Syahril.

Syahril menambahkan, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat reguler yang kebetulan melintas dari arah Bulungan menuju Tarakan.

"Yang menuju Tarakan naik speedboat reguler, bukan Basarnas yang membawa," ucapnya.

Basarnas juga masih menghimpun data tentang speedboat yang digunakan 8 penumpang untuk meneruskan perjalanan ke Tarakan.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pendataan satu per satu terhadap seluruh penumpang berdasarkan manifest untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

"Kita harus data satu-satu sesuai manifest, apakah ada korban meninggal atau selamat. Ternyata seluruhnya selamat dan informasi di lapangan, delapan orang itu  langsung menuju Tarakan," katanya.

Selain itu, ada juga penumpang sakit ikut dalam speedboat yang terbakar, dan kini telah ditangani tim medis.
 
"Nanti terkait yang sakit atau membutuhkan penanganan medis akan disampaikan tim medis. Tetapi secara real time di lapangan kami sudah melaksanakan evakuasi dari lokasi kejadian menuju tempat aman di Bulungan," katanya.

Baca juga: Angga Korban Speedboat Terbakar di Salimbatu Alami Trauma, Hendak Bawa Ayah Pergi Berobat ke Tarakan

Kerahkan 5 Personel

Dalam operasi tersebut, Basarnas Tarakan mengerahkan lima personel menuju lokasi kebakaran.

Selain itu, personel lainnya disiagakan di Pelabuhan Speedboat reguler guna membantu proses evakuasi lanjutan.

"Personel Basarnas yang ke lokasi ada lima orang. Kita juga membagi personel di Pelabuhan Speedboat reguler 10 orang kemudian dibantu Polairud, BPBD, dan masyarakat," jelasnya.

Syahril mengatakan kondisi medan menuju lokasi sebenarnya tidak terlalu sulit karena masih berada di jalur sungai.

Namun karakteristik sungai di wilayah tersebut memiliki elevasi dasar yang berubah-ubah sehingga memerlukan kewaspadaan bagi setiap kapal yang melintas.

"Kondisi medannya sebenarnya biasa karena masih di dalam sungai ya," ujarnya.

"Kami prihatin juga karena ada anak-anak. Kami berpikir kalau kita ada di situ pasti syok. Apalagi kapalnya fiber. Ada kebakaran paling cepat terbakar," tambahnya.

Syahril mengungkapkan kebakaran terjadi ketika speedboat berada sangat dekat dengan daratan, sehingga tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menurutnya, apabila insiden serupa terjadi saat kapal berada di tengah perairan antara Tarakan dan Bulungan atau tepat di muara, kemungkinan besar situasinya akan jauh lebih berbahaya.

"Itu bukan dermaga utama. Mereka posisinya sudah di darat. Bersyukurnya dekat daratan, mungkin nakhoda langsung menepi, sungai di situ tidak terlalu luas," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.