TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi puncak musim kemarau di Sulawesi Utara mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa.
Salah satunya datang dari Prisilia Finka Wowor (20), mahasiswi Program Studi Akuntansi semester V yang berasal dari Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulut.
Mahasiswi yang lahir di Kakas pada 6 Oktober 2005 itu menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini agar dampak musim kemarau, khususnya ancaman kekeringan, dapat diminimalkan.
"Menurut saya, peringatan ini sangat penting dan harus disikapi dengan serius. Masyarakat perlu mulai menghemat penggunaan air bersih, sekaligus menjaga hutan dan lingkungan agar risiko kekeringan saat puncak musim kemarau bisa ditekan," ujar Mahasiswi di Universitas Terbuka (UT) Manado itu kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro, via WhatsApp, Jumat 7 Agustus 2026 pagi.
Prisilia juga mendorong pemerintah segera mengambil langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, penyediaan sarana penampungan air dan distribusi air bersih harus menjadi prioritas sebelum kondisi semakin memburuk.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran dalam setiap program penanganan kekeringan.
"Anggaran harus dikelola secara jujur dan diawasi dengan baik. Jangan sampai masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sementara dana yang disiapkan justru tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya," katanya.
Ia berharap pemerintah terus memantau kondisi sumber-sumber air di daerah serta mempercepat pembangunan fasilitas penampungan air untuk menghadapi musim kemarau.
Sebagai generasi muda, Prisilia menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon, serta mengajak orang lain peduli terhadap lingkungan merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan bersama.
"Kalau dimulai dari hal-hal kecil dan dilakukan secara bersama, dampaknya akan besar untuk menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan," tuturnya.
Nama lengkap: Prisilia Finka Wowor
Umur: 20 tahun
Tempat, tanggal lahir: Kakas 6 Oktober 2005
Asal dan tinggal: Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulut.
Jurusan/Semester, kampus: Akuntansi Semester 5 di UT Manado.
Nama orang tua: Irma Nuos. (Tribunmanado.co.id/Ind)