- Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menilai pembentukan Kabinet Bayangan tidak menjadi persoalan.
Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi penyeimbang bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mahfud mengatakan gerakan seperti Kabinet Bayangan sah dilakukan.
Ia berpendapat kondisi pemerintahan saat ini diisi oleh menteri yang belum maksimal menjalankan perannya.
Mahfud menyampaikan (6/8/2026) para menteri di pemerintahan Prabowo dinilainya masih lemah.
"Intinya kan sekarang pemerintahan menurut saya para menterinya tuh agak-agak lemah," ujar Mahfud dalam tayangan siniar Mahfud MD Kupas Habis Kabinet Bayangan Feri Amsari di kanal YouTube Mahfud MD Official, Kamis (6/8/2026).
Menurut Mahfud, yang dimaksud menteri lemah ialah pembantu presiden yang tidak mampu memberikan penjelasan yang baik kepada publik.
Selain itu, mereka dinilai tidak menyampaikan program secara jelas dan enggan menjawab kritik.
Ia menilai kondisi tersebut membuat berbagai kritik tidak tersampaikan dengan baik kepada pemerintah.
"Ndak beri penjelasan ke publik, lalu programnya apa saja, kalau dikritik nggak menjawab, lalu dilempar ke presiden sendiri, gitu kan?" ujar Mahfud.
Mahfud juga menilai banyak kritik akhirnya tidak mendapat respons karena para menteri tidak berani memberikan penjelasan.
"Semua kritik-kritik itu mental [terpental], karena menterinya nggak berani, sementara [kritik] tidak sampai ke presiden," ujarnya.
Karena itu, Mahfud berpandangan Kabinet Bayangan dapat menjadi bentuk improvisasi gerakan politik.
Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi sarana pengawasan sekaligus memberi contoh bagaimana seorang menteri semestinya bekerja.
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman