Sosok Ahmad Rozan Zain Tasri, Satu-satunya yang Lolos FKIK UBB Jalur Talenta Unggul Daerah
Ardhina Trisila Sakti August 07, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ahmad Rozan Zain Tasri (19) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya peserta yang berhasil lolos ke Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui jalur Talenta Unggul Daerah (TUD) tahun akademik 2026/2027.

Lulusan SMA IT Darul Quran Mulia tersebut berhasil menyisihkan lebih dari seratus peserta yang mengikuti proses seleksi berjenjang, mulai dari seleksi administrasi, tes akademik hingga wawancara.

"Proses seleksinya cukup ketat. Dimulai dari seleksi dokumen, kemudian tes akademik dan terakhir wawancara. Dari lebih dari seratus peserta, akhirnya saya menjadi satu-satunya yang diterima," ujar Rozan dalam program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Jumat (7/8/2026).

Rozan bukan sosok asing dalam dunia prestasi. Putra kelahiran Pangkalpinang itu merupakan hafiz 30 juz Al-Qur'an yang sejak kecil telah dibiasakan belajar agama oleh kedua orang tuanya.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 10 Sungailiat, kemudian melanjutkan ke SMP Darunnajah Jakarta Selatan dan SMA IT Darul Quran Mulia.

Meski menempuh pendidikan di luar Bangka Belitung, Rozan memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Keputusan tersebut dilandasi keinginannya mengabdikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat Bangka Belitung.

"Saya ingin mengabdikan ilmu yang saya pelajari dari berbagai daerah kepada masyarakat Bangka Belitung. Karena itu saya memilih kembali dan mendaftar melalui jalur Talenta Unggul Daerah," katanya.

Menurut Rozan, keberhasilannya tidak lepas dari dukungan orang tua, guru dan teman-teman. Ia mengaku motivasi terbesar menjadi hafiz datang dari harapan sang ayah yang ingin salah satu anaknya mampu menghafal Al-Qur'an.

"Orang tua saya adalah motivasi terbesar. Ayah pernah menyampaikan keinginannya melihat salah satu anaknya menjadi hafiz, sedangkan ibu selalu memberi semangat ketika saya mengalami kejenuhan dalam menghafal," ujarnya.

Selain aktif menghafal Al-Qur'an, Rozan juga dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia pernah mengikuti National Medical and Regional Biology Competition yang diselenggarakan Universitas Indonesia pada 2023, serta memiliki ketertarikan pada bidang sains sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Cita-cita menjadi dokter telah tumbuh sejak kecil. Semangat tersebut semakin kuat setelah memahami nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya pesan tentang pentingnya menjaga kehidupan manusia.

"Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai kehidupan, termasuk tentang menjaga sesama. Itu menjadi pedoman saya untuk menempuh pendidikan kedokteran dan kelak mengabdikan diri sebagai dokter," ungkapnya.

Sebagai penerima jalur Talenta Unggul Daerah, Rozan menyadari tanggung jawab besar yang kini diembannya. Ia berkomitmen tidak hanya menjadi dokter yang kompeten, tetapi juga memiliki integritas, empati dan akhlak yang baik.

"Saya ingin dikenal bukan hanya sebagai dokter yang cakap, tetapi juga dokter yang amanah, memiliki simpati dan empati, serta mengabdikan diri untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung," tuturnya.

Rozan juga berpesan kepada generasi muda agar aktif mencari informasi mengenai berbagai peluang pendidikan dan tidak hanya menunggu kesempatan datang.

"Kalau kita yang membutuhkan, maka kita yang harus mencari informasi. Sekarang akses informasi sudah sangat terbuka. Kalau mau berusaha, pasti ada jalannya," katanya.

Keberhasilan Ahmad Rozan Zain Tasry menjadi satu-satunya mahasiswa yang diterima di FKIK UBB melalui jalur Talenta Unggul Daerah menjadi bukti bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan prestasi keagamaan.

Ia berharap langkah awalnya di dunia kedokteran menjadi jalan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bangka Belitung.

(Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.