Festival Kopi Manokwari 2026: Panggung Promosi Identitas Lokal dan Ekonomi Kreatif
Hans Arnold Kapisa August 07, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Kabupaten Manokwari terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. 

Salah satunya melalui Festival Kopi Manokwari 2026 yang digelar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, di Manokwari City Mall (MCM).

Pantauan TribunPapuaBarat.com, festival resmi dibuka Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada Jumat (7/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi wadah promosi Kopi Arfak sekaligus mempertemukan pemerintah daerah, komunitas kopi, pelaku UMKM, dunia usaha, serta mitra strategis untuk memperkuat ekosistem industri kopi di Manokwari.

Bupati Hermus menegaskan pengembangan Kopi Arfak harus dilakukan menyeluruh, mulai dari produksi petani, pengolahan hasil, hingga pemasaran.

Menurutnya, penguatan sektor hulu penting agar kesejahteraan petani meningkat.

“Kita harus membangun kopi dari hulunya. Produksi masyarakat harus diperkuat, kemudian diolah dengan baik sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Festival PAUD Kreatif 2026 Resmi Dibuka, Hermus Indou Dorong Lahirnya Generasi Emas 2045

Hermus juga menekankan pentingnya hilirisasi produk kopi dan UMKM melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ia berharap kopi lokal dapat dipadukan dengan sektor pariwisata sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Identitas Daerah dan Kolaborasi

Festival Kopi Manokwari dinilai sebagai langkah strategis membangun citra daerah melalui Kopi Arfak sebagai identitas Kabupaten Manokwari.

Hermus berharap produk unggulan lokal menjadi pilihan utama wisatawan, bukan produk dari luar daerah.

Ketua Komunitas Kopi Manokwari, Rholand Raweyai, menyebut festival ini merupakan hasil perjuangan komunitas selama lebih dari lima tahun.

Ia menekankan kolaborasi antara pemerintah, komunitas kopi, pelaku usaha, barista, dan UMKM sebagai kunci peningkatan kualitas kopi serta kesejahteraan petani.

Baca juga: Hari Kopi Internasional, 16 Pemuda Ikuti Fun Battle V60 di Fakfak Papua Barat

“Kami berharap festival ini terus dilaksanakan setiap tahun agar Kopi Arfak semakin dikenal luas dan memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua Panitia Festival, Ari Jumanto, menjelaskan festival mengusung semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi kreatif berbasis kopi.

Selain promosi kopi lokal, kegiatan juga menghadirkan workshop, pameran produk UMKM, pelatihan barista, hingga penyerahan penghargaan bagi peserta dan pelaku usaha.

Ari berharap Festival Kopi Manokwari berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan pemangku kepentingan.

“Harapan kami festival ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat Kopi Arfak sebagai kebanggaan Manokwari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.