Kepala BGN Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka ke Keluarga Korban Keracunan MBG di Papua Hingga Jogja
Adi Suhendi August 07, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh korban dan pihak keluarga atas insiden keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, termasuk di Jayapura, Papua. 

Permintaan maaf ini disampaikan secara langsung dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026).

Sudaryono menegaskan bahwa insiden ini menjadi evaluasi besar bagi lembaganya.

Ia berjanji akan terus meningkatkan pengawasan demi keamanan para siswa penerima manfaat.

"Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian ada yang di Jepara, ada yang di Jogja, ada di kemudian di Jayapura, termasuk yang di Semarang dan lain-lain, ya. Ini kami mohon maaf," ungkap Sudaryono.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban khusus terhadap kasus di Papua, Sudaryono menyebut pihaknya langsung menerjunkan tim tingkat tinggi ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan.

"Saat ini Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Bapak Mayjen Trenggono, ada di Jayapura sejak kemudian informasi kami terima, langsung terbang ke Papua bersama dengan Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri dan juga para pejabat, dan memastikan, melihat kondisi, dan memastikan bahwa para siswa atau orang yang kemudian dirawat itu kemudian mendapatkan perawatan yang baik," jelasnya.

Baca juga: Istana Tak Mau Komentari Soal Makalah MBG Untuk Nobel Perdamaian: Fokus Jalankan Program

Lebih lanjut, ia meminta dukungan dari semua pihak agar BGN dapat segera merampungkan pembenahan sistem distribusi makanan dari dapur hingga ke tangan siswa.

"Selain itu, juga kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan," ucapnya.

Keracunan di Papua

Insiden dugaan keracunan massal menimpa 527 orang di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa dan Rabu, 4 hingga 5 Agustus 2026. 

Para korban yang terdiri dari kalangan pelajar beserta anggota keluarga mereka dilaporkan mengalami masalah kesehatan usai menyantap hidangan dari Program MBG.

Saat ini, kondisi mayoritas korban dilaporkan mulai berangsur pulih dan dipastikan tidak ada korban jiwa. Meski demikian, para pasien tetap harus menjalani masa observasi medis yang ketat selama satu hingga dua kali 24 jam di fasilitas kesehatan setempat.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Cerita Kisah Haru Temui Siswa Bawa Pulang Burger MBG untuk Ibu

Berdasarkan investigasi log sistem BGN, makanan di Jayapura mulai dimasak pada pukul 7 malam dan baru diserahkan ke sekolah pada pukul 11 siang keesokan harinya. 

BGN kini memberlakukan sanksi suspend hingga penutupan permanen bagi dapur yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dan batas waktu aman konsumsi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.