Trump Klaim Perang dengan Iran Segera Berakhir, Sebut Diplomasi Masih Jadi Pilihan Utama
Faisal Zamzami August 07, 2026 09:36 PM


SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan keyakinannya bahwa konflik bersenjata antara AS dan Iran akan segera berakhir. Trump menilai Iran tidak akan mampu mempertahankan situasi perang dalam waktu yang lebih lama jika tekanan terus berlanjut.

“Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump sebelumnya menegaskan bahwa dirinya lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi dibandingkan operasi militer.

Meski demikian, ia tetap memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata masih menjadi opsi apabila perundingan dengan Teheran tidak menghasilkan kesepakatan.

“Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin membunuh orang,” kata Trump dalam sebuah acara di Las Vegas, Kamis (6/8/2026).

Trump juga mengklaim pemerintahannya telah melakukan pembicaraan yang berjalan positif dengan Iran dalam rangkaian perundingan yang berlangsung pekan ini.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang bagi tercapainya kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan terakhir.

Baca juga: Iran Gertak Negara Teluk Jika AS Buka Serangan Pertama, Ancam Lumpuhkan Pasokan Listrik dan Air

Negosiasi Pembukaan Selat Hormuz

Selain membahas kemungkinan berakhirnya perang, Trump turut menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting dalam konflik tersebut.

Trump mengatakan ada peluang kesepakatan segera tercapai untuk membuka kembali jalur perairan tersebut. Ia mengklaim dirinya terlibat langsung dalam proses negosiasi terkait pembukaan Selat Hormuz.

“Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, kita memiliki sesuatu yang disebut blokade, yang dipimpin Angkatan Laut AS, dan kita mengendalikannya,” ujar Trump.

Namun, ia tetap mengingatkan adanya risiko keamanan di kawasan tersebut, terutama terkait kemungkinan serangan atau pemasangan ranjau laut yang dapat mengancam kapal-kapal komersial.

“Mereka selalu bisa menembakkan sesuatu. Mereka selalu punya cara, atau menebar ranjau. Dan jika ada satu saja ranjau di sana, situasinya menjadi kacau karena orang-orang tidak mau mengambil risiko membawa kapal bernilai miliaran dolar dan secara tidak sengaja terkena ranjau,” kata Trump.

Trump menegaskan bahwa dirinya optimistis perkembangan negosiasi berjalan ke arah yang baik.

“Saya terlibat dalam negosiasi ini. Saya pikir perkembangannya baik. Kesepakatannya bisa tercapai segera,” ujarnya.

Baca juga: Iran Peringatkan Presiden AS, Tindakan Sembrono Donald Trump Dapat Picu Perang Dunia III

Trump Tepis Kekhawatiran soal Stok Amunisi AS

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menanggapi kekhawatiran mengenai ketersediaan amunisi Amerika Serikat setelah terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan Iran.

Ia membantah anggapan bahwa kemampuan militer AS terancam akibat berkurangnya persediaan senjata. Namun, Trump mengakui bahwa beberapa jenis amunisi tertentu memang menghadapi keterbatasan pasokan.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa militer AS telah menggunakan sebagian besar persediaan global sejumlah rudal jarak jauh berakurasi tinggi selama perang yang berlangsung lima bulan dengan Iran.

Trump mengatakan AS masih memiliki cadangan besar untuk jenis senjata tertentu, sementara beberapa kategori senjata lain membutuhkan peningkatan produksi.

“Kami memiliki jenis amunisi tertentu yang sangat kuat, yang pasokannya tak terbatas, atau bisa dibilang hampir tak terbatas. Kami juga memiliki jenis-jenis lainnya yang pasokannya agak terbatas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa industri pertahanan AS tengah memperluas kapasitas produksi dengan membangun lebih banyak fasilitas manufaktur senjata, termasuk untuk sistem rudal Patriot dan Tomahawk.

Menurut Trump, peningkatan produksi tersebut diperlukan untuk memastikan Amerika Serikat tetap memiliki kemampuan pertahanan yang kuat, baik selama konflik berlangsung maupun dalam menghadapi potensi ancaman di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.