TRIBUNGORONTALO.COM – Musim kemarau yang melanda Gorontalo membuat wajah Danau Limboto berubah drastis.
Air yang biasanya menutupi hamparan danau kini terus menyusut, menyisakan daratan luas yang membelah kawasan perairan di Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.
Pantauan Tribun Gorontalo di kawasan Pintu Lima Tabumela, Jumat (7/8/2026) sore, perubahan tersebut terlihat jelas sejak memasuki area danau. Amatan di lapangan menunjukkan jalur air yang sebelumnya lebar kini menyempit menjadi aliran kecil yang berkelok di antara hamparan lumpur dan vegetasi liar.
Di sisi kiri dan kanan, eceng gondok memenuhi permukaan danau. Sebagian mengering dan menempel di atas tanah yang mulai mengeras. Daratan baru bermunculan membentuk pulau-pulau kecil yang sebelumnya berada di bawah permukaan air.
Bahkan, area yang saat banjir sering terendam tersebut kini kondisinya berbanding terbalik.
Pemandangan yang biasanya didominasi hamparan air berganti menjadi bentangan tanah kecokelatan. Retakan-retakan mulai terlihat di sejumlah titik, sementara rerumputan liar tumbuh di bekas dasar danau.
Perahu-perahu kayu milik nelayan tampak bersandar di tepian tanpa aktivitas, seakan menandakan para nelayan mulai meninggalkan jala mereka.
Baca juga: Surutnya Danau Limboto Gorontalo Hadirkan Spot Sunset Baru, Warga Padati Pintu III
Beberapa perahu bahkan berada cukup jauh dari aliran air sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk mencari ikan. Jalur yang biasa dilalui perahu nelayan kini berubah menjadi daratan yang bisa dilintasi dengan berjalan kaki.
Dari atas jembatan di kawasan Pintu Lima, garis penyusutan air terlihat sangat mencolok. Air hanya tersisa di bagian tengah, sedangkan tepian danau berubah menjadi hamparan lumpur yang luas.
Di kejauhan, hamparan eceng gondok membentuk lapisan hijau yang memisahkan aliran air dengan daratan baru. Sesekali terlihat burung-burung air mencari makan di genangan yang tersisa.
Suasana sore itu terasa berbeda. Angin yang bertiup membawa debu dari permukaan tanah yang mengering, bukan lagi aroma air danau seperti biasanya. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata dampak musim kemarau terhadap Danau Limboto yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Bagi nelayan, penyusutan air bukan sekadar perubahan pemandangan. Menyempitnya perairan membuat ruang tangkap ikan ikut berkurang. Banyak lokasi yang sebelumnya menjadi tempat memasang jaring kini berubah menjadi daratan.
Mamet Mile, pemuda setempat yang ditemui di lokasi, mengatakan kondisi tersebut memaksa banyak nelayan meninggalkan pekerjaannya.
"Nelayan di sini sudah banyak yang tidak mencari ikan lagi mereka sudah beralih pekerjaan jadi kuli bangunan," ujarnya.
Menurut Mamet, kakaknya yang selama ini menggantungkan hidup sebagai nelayan terpaksa beralih profesi karena hasil tangkapan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia menambahkan, kondisi itu tidak hanya dialami keluarganya.
"Kakak saya pun sama yang biasanya cari ikan kini sudah merantau ke Paguyaman Kabupaten Boalemo untuk bekerja di sana," katnya
Hal senada disampaikan Vito. Ia mengatakan bahwa air yang semakin dangkal membuat perahu sulit menjangkau lokasi penangkapan ikan. Menurutnya, hasil tangkapan terus menurun sejak debit air Danau Limboto menyusut.
"Sudah dua bulan kondisi begini dirasakan nelayan banyak yang sudah tidak cari ikan. Mungkin ada beberapa yang tetap maksa. Karena mau cari makan apa," ucapnya.
Di balik perubahan bentang alam yang terlihat jelas, surutnya Danau Limboto menyisakan persoalan lain bagi masyarakat sekitar. Danau yang selama puluhan tahun menjadi tempat mencari nafkah kini tidak lagi mampu memberikan hasil seperti sebelumnya.
Sebagian nelayan memilih menyimpan perahunya di tepian, menggantung jala yang tak lagi digunakan, lalu mencari pekerjaan lain demi mempertahankan penghasilan keluarga.
Sementara itu, hamparan daratan yang terus meluas menjadi penanda bahwa kemarau tahun ini telah mengubah wajah Danau Limboto sekaligus memengaruhi kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.
Di sisi daratan pun tampak tanaman milik petani yang sudah gagal panen. Bahkan, sore tadi banyak petani yang membuat saluran pengairan buatan. Selain itu, area danau kini juga menjadi spot foto baru bagi anak muda. (*)