Beri Pembekalan di PKKMB FISIP UNTAN, Muda Mahendrawan Ingatkan Mahasiswa Jangan Diperbudak AI
Faiz Iqbal Maulid August 08, 2026 05:24 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) tahun 2026 resmi mencapai puncaknya di area halaman fakultas, Jl. Profesor Dr.H. Hadari Nawawi, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak pada Kamis 6 Agustus 2026.

Ratusan mahasiswa baru dengan atribut khusus tersebut mendapatkan pembekalan penting untuk menghadapi era disrupsi dari eks Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Muda memberikan pandangan yang tajam namun seimbang mengenai kecerdasan buatan (AI). 

Ia menekankan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen pendukung, bukan pengambil alih esensi kemanusiaan.

"Jadikan AI itu teman kita untuk membantu kita, bukan untuk ganti kita berpikir. Ini yang penting nih. Jangan sampai apa-apa semuanya kita ndak mau mikir. Apapun ide pun kita carinya ke AI. Itu yang jangan sampai terjadi ya anak-anakku sekalian," tegas Muda dari atas panggung.

Pria yang kini kembali aktif berprofesi sebagai Notaris di Pontianak ini memperingatkan bahwa bersaing dengan mesin dalam hal kecepatan dan hafalan adalah langkah yang sia-sia.

"AI tidak bisa memberi inspirasi, AI tidak punya hati nurani. Oleh karena itu, kalau kalian menggunakan AI untuk ingin jadi orang pintar, maka kalian akan kalah sama yang AI. Karena AI hari ini jauh lebih pintar dan lebih dahsyat. Robot jauh lebih canggih, otomasi jauh lebih cepat. Yang kita kejar adalah bagaimana value nilai diri kita yang dinilai dari kemampuan kompetensi dan karakter unggul; jujur, tanggung jawab, dan empati," urainya mendalam.

• Dosen FEB UNTAN Gelar PKM Diktisaintek Berdampak, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekonomi Warga

Untuk membangun karakter yang tahan banting, Muda menganalogikan perjalanan seorang mahasiswa layaknya anatomi tumbuhan. Ia meminta mahasiswa FISIP UNTAN untuk tidak terjebak pada pencapaian instan dan validasi di media sosial.

"Kekuatan karakter, daya juang, dan mental juara. Hiduplah seperti, berpikirlah seperti akar. Jangan cuma pengin seperti jadi bunga, yang cantik sementara tapi tidak punya kekuatan karakter jati diri, bahkan bisa secara tidak langsung menyusahkan kita," pesannya.

Muda juga membagikan rekam jejaknya sebagai Bupati independen pertama di Indonesia pada tahun 2009 serta inisiator tata kelola keuangan desa non-tunai di Kubu Raya pada 2020. Kisah ini bukan bentuk jumawa, melainkan untuk memantik keberanian mahasiswa agar tidak inferior.

"Saya ingin meyakinkan anak-anakku jangan pernah pesimis dari mana pun asal kita, kampung kita. Jangan pernah kita merasa kecil. Kita harus berpikir besar. Jadilah orang-orang besar yang berjiwa dan berhati besar," tambahnya.

Lebih jauh, ia kemudian membagikan satu tips fundamental untuk menetralisir racun dunia maya yakni kembali berinteraksi dengan alam.

"Berusahalah untuk berinteraksi langsung dan menyentuh alam, menyentuh tanah. Jangan ndak tertarik dengan dunia nyata. Banyak anak-anak sekarang yang cemas itu gara-gara ndak tertarik dengan dunia nyata, ini menimbulkan ilusi dan berbahaya. Kalau di alam itu semuanya hidup, di situlah kita menghargai proses," jelas Muda, yang mengaku bahwa dirinya bersama sang istri hingga saat ini masih rutin menanam padi untuk menjaga keseimbangan hidup.

Muda: Gen Z Sebagai Pemilik Sah Masa Depan

Menutup sesi pencerahannya, Muda Mahendrawan mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali peran mereka.

Dengan mengutip data demografi bahwa Gen Z mendominasi 36,9 persen populasi Indonesia saat ini, ia menuntut para mahasiswa untuk mengambil alih kendali.

"Jangan kita cuma bilang kita ini tumpangan. Kita adalah pemilik masa depan Kalimantan Barat dan Indonesia. Jangan sampai kita tunduk pada algoritma. Jangan kita diperbudak oleh AI. Kitalah yang mengendalikan," tegasnya.

Ia menaruh harapan besar agar di masa depan, kampus FISIP UNTAN tidak sekadar mencetak lulusan formalitas semata.

"Empat, lima tahun yang akan datang akan lahir calon-calon pemimpin yang berkualitas, sarjana dari FISIP UNTAN yang berprestasi, yang berkarakter, dan bukan cuman bawa ijazah. Bukan cuman bawa gelar. Tapi bawa kemampuan kompetensi, terobosan, dan inovasi. Saya bukan cuma mahasiswa baru, tapi ini baru mahasiswa!" pungkasnya yang segera disambut riuh standing ovation dari ratusan mahasiswa, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama.

• 7.385 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNTAN, Rektor: Jadilah Agent of Change

Terpisah, Ketua Panitia PKKMB FISIP UNTAN 2026, Ryan Saputra, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan membutuhkan komitmen tinggi.

​"Kawan-kawan panitia PKKMB telah bekerja keras siang dan malam untuk menyukseskan acara ini. Dedikasi ini kami curahkan agar rangkaian kegiatan bisa berjalan maksimal dan berbekas di hati kawan-kawan mahasiswa baru," ujar Ryan saat ditemui di sela-sela acara.

​Ryan juga menjelaskan alasan di balik pemilihan Muda Mahendrawan sebagai pemateri utama. Menurutnya, panitia ingin menyuguhkan contoh figur kepemimpinan yang konkret.

​"Kami secara khusus mengundang tokoh besar seperti Bapak Muda Mahendrawan untuk memberikan semangat dan inspirasi kepada mahasiswa baru. Terutama jika kita melihat latar belakang dan sepak terjang beliau di Kalimantan Barat, pengalaman inovasinya sangat dibutuhkan untuk membuka wawasan teman-teman," terangnya.

​Mengakhiri keterangannya, Ryan menyampaikan harapan khusus kepada generasi baru FISIP UNTAN 2026.

​"Harapan kami, setelah PKKMB ini selesai, para mahasiswa baru tidak sekadar selesai mengikuti orientasi kampus. Lebih dari itu, kami ingin mereka bisa berproses, memiliki daya kritis, serta berani mengambil peran nyata sebagai mahasiswa yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat," tutup Ryan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.