Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Era John Herdman Diwarnai Rekor Buruk Bagi Timnas Indonesia
Arif Tio Buqi Abdulah August 08, 2026 07:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Indonesia kembali gagal melangkah ke semifinal ASEAN Championship atau Piala AFF 2026.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat perjalanan Garuda di Piala AFF 2026 harus berakhir lebih cepat.

Hasil tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Indonesia. Sebab, setelah gagal menjadi juara pada sejumlah edisi sebelumnya, Garuda kini justru kembali tersingkir sebelum mencapai empat besar.

Indonesia kini untuk keenam kalinya dalam sejarah gagal melewati fase grup. Sebelumnya, hal serupa terjadi pada edisi 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024.

Yang lebih mengkhawatirkan, Indonesia kembali mengalami kegagalan di fase grup dalam dua edisi berturut-turut.

Kecuali pada beberapa periode sebelumnya, pola tersebut terakhir kali terjadi pada 2012 dan 2014.

Kini, skenario buruk itu kembali terulang pada 2024 dan 2026 di era John Herdmann.

Baca juga: Update Ranking FIFA: Poin Timnas Indonesia Menyusut usai Gagal Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026

Unggul Lebih Dulu, Indonesia Gagal Menjaga Keuntungan

Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Garuda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-47.

Dony Tri Pamungkas bergerak dari sisi kiri dan mengirimkan umpan tarik ke area berbahaya.

Ragnar Oratmangoen kemudian menyambut bola tersebut dengan penyelesaian akurat untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Gol itu sempat membuka jalan bagi Indonesia untuk merebut tiket semifinal.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan.

Pada menit ke-65, Singapura berhasil menyamakan kedudukan. 

Kemelut terjadi di depan gawang Indonesia sebelum Ilhan Fandi memanfaatkan bola liar untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Indonesia kemudian berusaha kembali mencari gol kemenangan. Akan tetapi, berbagai upaya hingga peluit panjang tidak menghasilkan gol tambahan.

Skor 1-1 pun bertahan sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Indonesia mengakhiri fase grup dengan tujuh poin, tetapi tetap berada di posisi ketiga di bawah Vietnam dan Singapura. 

Hasil itu membuat Garuda kehilangan kesempatan melanjutkan perjuangan menuju gelar juara.

Baca juga: Klasemen Akhir Grup A Piala AFF 2026: Kegagalan ke-6 Timnas Indonesia Melaju ke Semifinal

Kekalahan dari Vietnam Jadi Aib Terbesar

Salah satu catatan paling pahit Indonesia dalam turnamen kali ini datang pada pertandingan sebelumnya ketika menghadapi Vietnam.

Indonesia kalah telak 0-3 di Stadion Pakansari, Bogor.

Hasil tersebut bukan sekadar membuat posisi Indonesia terjepit di klasemen, tpi itu juga menciptakan sejumlah catatan sejarah yang tidak menguntungkan bagi Garuda.

Vietnam untuk pertama kalinya berhasil mengalahkan Indonesia di kandang dalam sejarah Piala AFF.

Sebelumnya, Vietnam selalu kesulitan ketika bertanding di Indonesia.

Dalam empat pertemuan sebelumnya di Indonesia, Vietnam mencatat tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Pada Tiger Cup 2002, kedua tim bermain imbang 2-2. Lima tahun kemudian, laga di Piala AFF 2007 berakhir 1-1.

Vietnam kemudian kalah 1-2 dari Indonesia pada leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari.

Terakhir, kedua tim bermain imbang 0-0 pada semifinal Piala AFF 2022 yang digelar pada awal 2023.

Artinya, Vietnam tidak pernah menang di Indonesia dalam empat pertandingan Piala AFF sebelumnya.

Rekor tersebut akhirnya terputus pada 2026.

Ironisnya, sejarah itu berubah ketika Indonesia dilatih John Herdman, sosok yang sebelumnya diharapkan mampu membawa Garuda tampil lebih kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Lebih menyakitkan lagi, kemenangan Vietnam tersebut diraih dengan skor 3-0. Hasil itu menjadi kekalahan terbesar Indonesia dari Vietnam sepanjang sejarah Piala AFF.

Baca juga: Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Bukan Hanya VAR, Performa Garuda Jadi Evaluasi

Dari Win Streak Menjadi Lose Streak

Kekalahan tersebut juga membuat perubahan tren pertemuan Indonesia dan Vietnam semakin terlihat.

Sebelum kalah skor 0-3, Indonesia juga kalah 0-1 pada 2024 lalu. Padahal sebelum dua kekalahan itu, Indonesia sempat memiliki catatan positif menghadapi Vietnam.

Indonesia menang 1-0 atas Vietnam pada Piala Asia U-23 2024. Garuda kemudian kembali mengalahkan Vietnam 1-0 dalam laga kandang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tidak berhenti di situ, Indonesia bahkan menang telak 3-0 ketika bertandang ke markas Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia.

Namun, tren tersebut kemudian berubah. 

Pada Piala AFF 2024, Indonesia U-22 kalah 0-1 dari Vietnam. Setahun berselang, tim senior Indonesia kembali takluk 0-3 di kandang sendiri pada Piala AFF 2026.

Dari tiga kemenangan beruntun menjadi dua kekalahan beruntun.

Perubahan tersebut menjadi salah satu catatan yang patut dievaluasi dari era John Herdman.

Era Herdman Diwarnai Catatan yang Tak Sesuai Harapan

Herdman datang dengan reputasi besar setelah sebelumnya membawa Kanada tampil di Piala Dunia.

Namun, perjalanan di Piala AFF 2026 justru menghasilkan sejumlah catatan yang sulit diabaikan.

Indonesia mengalami kekalahan kandang terbesar sepanjang sejarah Piala AFF ketika menghadapi Vietnam.

Garuda juga untuk pertama kalinya kalah dari Vietnam di kandang dalam turnamen tersebut.

Yang paling baru, Indonesia gagal menembus semifinal setelah hanya bermain imbang melawan Singapura.

Kegagalan ini sekaligus membuat Indonesia dua kali berturut-turut tersingkir di fase grup.

Padahal, sebelum menghadapi Singapura, peluang Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar. Kemenangan akan memastikan tiket ke semifinal.

Namun, setelah Ragnar membawa Garuda unggul, Indonesia tidak mampu mempertahankan keunggulan yang akhirnya membuat Merah Putih gagal ke semifinal.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.