Viral Mural Angka 81 di Sukoharjo Tuai Beragam Tafsir, Warga Sepakat Ganti, Tegaskan Tak Ada Tekanan
ninda iswara August 08, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Mural angka 81 yang berada di kawasan Windan RT 01 RW 06, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi perhatian setelah viral di media sosial.

Mural tersebut rencananya akan diganti dengan dekorasi bernuansa merah putih untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keputusan mengganti mural diambil berdasarkan hasil kesepakatan warga setempat setelah gambar tersebut menuai beragam penafsiran di media sosial.

Padahal, mural itu sejak awal dibuat sebagai bagian dari kreativitas warga untuk memeriahkan suasana menjelang peringatan 17 Agustus.

Ilustrasi dua sosok manusia yang menyatu dengan angka 81 kemudian menjadi sorotan karena dinilai memiliki makna tertentu oleh sebagian pengguna media sosial.

Namun, warga yang terlibat dalam pembuatannya menegaskan bahwa mural tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun pesan tertentu.

Baca juga: Mural Angka 81 Di Sukoharjo Viral, Gambar Pria Badan Gemuk, Kades Makamhaji: Kreativitas Masyarakat

VIRAL MURAL - Sebuah mural bergambar angka 81 yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial ternyata berada di sebuah pos ronda di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (6/8/2026). Gambar yang menghiasi sebuah pos ronda itu memicu beragam tafsir dari warganet karena menampilkan ilustrasi yang dinilai berbeda dari dekorasi Agustusan pada umumnya (TribunSolo.com/Anang Maruf)

Narno (45), salah seorang warga yang ikut membuat mural, menjelaskan bahwa karya tersebut sepenuhnya lahir dari kreativitas masyarakat setempat.

Ia menyebut warga hanya ingin menghadirkan dekorasi yang berbeda untuk menyambut momentum Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Narno, tidak ada pesan tersembunyi yang sengaja disisipkan dalam gambar dua sosok manusia yang berpadu dengan angka 81 tersebut.

"Ini murni kreativitas warga. Tidak ada unsur politik ataupun maksud tertentu. Kami hanya ingin ikut memeriahkan suasana menjelang 17 Agustus," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, ramainya pembahasan mengenai mural itu di media sosial membuat warga memilih mengambil langkah untuk menggantinya.

Dekorasi baru nantinya akan menggunakan konsep merah putih yang dianggap lebih selaras dengan suasana perayaan kemerdekaan.

Dengan perubahan tersebut, warga berharap dekorasi lingkungan dapat kembali menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 RI.

Warga juga ingin menghindari munculnya penafsiran berbeda yang dapat memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Mural angka 81 itu pun akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah karya sederhana di lingkungan warga dapat menarik perhatian luas setelah beredar di media sosial.

Mural Dibuat Gotong Royong Warga

Narno menjelaskan, warga membuat mural tersebut secara gotong royong pada 2 Agustus 2026 di dinding Pos Ronda Windan.

Setiap tahun, warga memang selalu mempercantik bangunan tersebut dengan lukisan atau mural berbeda sebagai bagian dari tradisi menyambut Hari Kemerdekaan.

"Tiap tahun memang digambar. Tahun-tahun sebelumnya gambarnya taman, bunga, dan hiasan lain. Tahun ini kami mencoba membuat gambar yang berbeda agar suasana Agustusan lebih meriah," katanya.

Ia mengaku memperoleh ide pembuatan mural dari berbagai gambar yang beredar di media sosial dan YouTube.

Namun, warga hanya menjadikan gambar-gambar tersebut sebagai inspirasi tanpa memberikan makna khusus.

"Inspirasinya dari media sosial dan YouTube. Kami hanya melihat gambar yang menarik lalu membuatnya di sini. Tidak ada arti atau pesan tertentu," jelasnya.

Baca juga: Viral! Seniman di Yogyakarta Diminta Hapus Mural Bertuliskan Awas Intel oleh Polisi

Mural Angka 81 Viral dan Memunculkan Beragam Tafsir

Di luar dugaan warga, mural tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai tafsir dari masyarakat.

Sebagian orang menilai gambar itu sebagai kritik sosial, sedangkan sebagian lainnya menganggapnya sekadar karya seni.

Narno mengatakan warga sama sekali tidak menyangka mural yang mereka buat untuk mempercantik lingkungan justru mendapat perhatian publik.

"Kami benar-benar tidak menyangka akan seramai ini. Awalnya hanya ingin ikut meramaikan Agustusan, ternyata malah menjadi perbincangan di mana-mana," tuturnya.

Untuk menghindari polemik berkepanjangan, warga akhirnya sepakat mengganti mural tersebut dengan dekorasi bernuansa merah putih.

Menurut Narno, keputusan itu mereka ambil secara sukarela demi menjaga kenyamanan seluruh warga di lingkungan Windan.

"Daripada terus menjadi pembicaraan, kami sepakat menggantinya saja dengan warna merah putih. Tujuannya supaya suasana tetap aman, damai, dan warga bisa menyambut Hari Kemerdekaan dengan nyaman," katanya.

Warga Tegaskan Tidak Ada Tekanan

Narno menegaskan keputusan mengganti mural bukan karena adanya tekanan dari pihak mana pun.

Warga berinisiatif mengganti mural semata-mata agar perayaan HUT RI di lingkungan mereka tetap berlangsung dalam suasana kondusif.

"Tidak ada tekanan dari siapa pun. Ini murni kesepakatan warga. Kami hanya ingin suasana kampung tetap tenang dan tidak menjadi ramai karena berbagai penafsiran yang berkembang," tegasnya.

(TribunTrends/TribunSolo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.