Renungan Harian Katolik Sabtu 8 Agustus 2026, “Kalian Kurang Percaya”
Edi Hayong August 08, 2026 08:19 AM

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Sabtu Biasa Pekan XVIII– 8 Agustus  2026 Peringatan Wajib Santo Dominikus dari Bruder Pio Hayon SVD berjudul : “Kalian Kurang Percaya”.

Renungan Harian Katolik Bruder Pio Hayon SVD merujuk pada Bacaan I : Hab. 1: 12-2:4, Injil:  Mat. 17: 14-20.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini Gereja memperingati Santo Dominikus, seorang pengkotbah yang dengan iman teguh dan semangat kerasulannya menyalakan api cinta kasih Kristus di tengah dunia.

Bacaan Kitab Suci mengajak kita untuk merenungkan tentang iman yang sejati. Nabi Habakuk berbicara tentang keadilan Allah yang tampak lambat tetapi pasti, sementara Yesus dalam Injil menegur para murid karena kurang percaya.

Tema “Kalian kurang percaya” menjadi cermin bagi kita: apakah kita sungguh mengandalkan Tuhan atau masih ragu dalam menghadapi tantangan hidup?

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan pertama  ini (Habakuk 1:12–2:4) Nabi mengeluh melihat ketidakadilan, namun Allah menegaskan bahwa orang benar akan hidup oleh imannya. Pesan ini menekankan bahwa iman bukan sekadar kata-kata, melainkan sikap hati yang teguh meski realitas tampak gelap.

Iman bukan sekadar menunggu, tetapi sebuah sikap aktif untuk tetap teguh, percaya, dan berjalan dalam kebenaran meski dunia tampak tidak adil. Dan dalam bacaan Injil (Matius 17:14–20), murid-murid gagal menyembuhkan seorang anak karena kurang percaya.

Yesus menegaskan bahwa iman sebesar biji sesawi saja sudah cukup untuk melakukan hal-hal besar. Biji sesawi yang kecil menjadi simbol bahwa iman tidak diukur dari besar-kecilnya, melainkan dari kemurnian.

Artinya, iman yang kecil tetapi murni dan tulus dapat menggerakkan kuasa Allah. Refleksi kita pada permenungan ini adalah “Iman yang bertahan”:  Habakuk mengajarkan bahwa iman sejati diuji ketika kita berhadapan dengan ketidakadilan dan penderitaan.

Kita diajak untuk tetap percaya bahwa Allah bekerja meski tampak lambat. “Iman yang aktif”: Yesus menegur murid-murid karena iman mereka tidak dihidupi.

Iman bukan hanya percaya dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata: doa, pelayanan, dan keberanian menghadapi kesulitan. “Iman kecil yang berdaya besar”:  Biji sesawi adalah simbol iman yang sederhana namun penuh daya.

Santo Dominikus dengan iman yang sederhana mampu menggerakkan banyak orang untuk kembali kepada Kristus. Kita pun dipanggil untuk menyalakan iman kecil kita agar menghasilkan buah besar bagi dunia.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Habakuk mengajarkan iman sebagai keteguhan dalam menanti janji Allah. Kedua, Injil menekankan iman sebagai kekuatan yang menggerakkan kuasa Allah. Ketiga, Santo Dominikus menjadi teladan bahwa iman yang sederhana tetapi murni dapat mengubah dunia melalui pewartaan Injil. Tuhan memberkati kita.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.