Kesalahan Ketik yang Berujung Rugi Miliaran, Ketika Satu Angka Salah Bisa Menghancurkan Perusahaan
Hari Susmayanti August 08, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Kesalahan ketik biasanya cuma berujung typo lucu di grup WhatsApp.

Tapi di dunia keuangan, satu angka yang salah masuk bisa berubah menjadi kerugian ratusan juta dolar hanya dalam hitungan menit.

Beberapa kasus nyata menunjukkan betapa mahalnya harga sebuah kesalahan sederhana.

Kasus Mizuho Securities, Typo Termahal dalam Sejarah Bursa Jepang

Pada 8 Desember 2005, seorang dealer di Mizuho Securities hendak menjual satu lembar saham perusahaan J-Com seharga 610.000 yen saat perusahaan itu baru saja melantai di Bursa Efek Tokyo.

Namun, yang masuk ke sistem justru perintah untuk menjual 610.000 lembar saham dengan harga 1 yen per lembar.

Masalahnya semakin besar karena jumlah saham dalam order tersebut sekitar 41 kali lebih banyak dari total saham J-Com yang beredar di pasar.

Mizuho sempat mencoba membatalkan order tersebut hingga tiga kali. 

Namun, pembatalan tidak berhasil diproses oleh sistem bursa sehingga transaksi terus berjalan.

Akibat kekacauan tersebut, indeks Nikkei 225 sempat anjlok hampir 2 persen dalam sehari.

Mizuho awalnya memperkirakan kerugian mencapai setidaknya 27 miliar yen. 

Setelah seluruh transaksi diselesaikan, total kerugian kemudian dilaporkan mencapai sekitar 40 miliar yen.

Semua itu bermula dari posisi angka yang tertukar saat memasukkan order.

Kesalahan Serupa Juga Terjadi di Dunia Kripto

Kesalahan input seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di pasar saham.

Pada Mei 2021, perusahaan kripto Crypto.com mengalami kesalahan dalam proses pembayaran. 

Dana yang seharusnya dikembalikan sebesar 100 dolar Australia justru berubah menjadi transfer senilai 10,47 juta dolar Australia.

Dana tersebut bahkan sempat digunakan untuk membeli properti sebelum kesalahan itu ditemukan.

Kasusnya kemudian berlanjut ke proses hukum terhadap penerima dana.

Kasus lain terjadi pada September 2021. 

Sebuah transaksi melalui platform DeversiFi membuat perusahaan kripto Bitfinex secara tidak sengaja membayar biaya transaksi Ethereum sebesar 23,7 juta dolar AS.

Biaya tersebut jauh lebih besar dari yang seharusnya dibayarkan. 

Untungnya, miner yang menerima kelebihan dana tersebut kemudian bersedia mengembalikan sebagian besar uangnya.

Apa Itu Fat-Finger Error?

Kesalahan seperti ini di dunia keuangan sering disebut fat-finger error. 

Istilah tersebut menggambarkan kesalahan saat memasukkan data ke sistem perdagangan, misalnya salah mengetik harga, jumlah saham, atau angka transaksi.

Masalahnya, transaksi keuangan modern berjalan sangat cepat. 

Begitu sebuah order masuk ke sistem dan memenuhi syarat untuk dieksekusi, kesalahan kecil bisa berubah menjadi transaksi bernilai sangat besar.

Dalam beberapa kasus, dampaknya bahkan bisa ikut memengaruhi pergerakan pasar karena transaksi tersebut langsung dibaca oleh sistem perdagangan lain.

Ketika Satu Kesalahan Bisa Berharga Sangat Mahal

Yang menarik dari kasus-kasus tersebut, semuanya berawal dari kesalahan yang kelihatannya sederhana.

Ada angka yang tertukar, data yang salah dimasukkan, atau transaksi yang tidak sengaja menghasilkan nilai di luar perkiraan.

Masalahnya, kesalahan seperti itu terjadi di sistem keuangan yang bergerak dalam hitungan detik. 

Sekali transaksi masuk dan tereksekusi, dampaknya bisa menyebar jauh lebih besar dari kesalahan awalnya.

Karena itu, bursa dan perusahaan keuangan terus menambah sistem verifikasi serta batas otomatis untuk menahan transaksi yang dianggap tidak wajar.

Meski teknologi di balik pasar keuangan semakin canggih, kasus-kasus ini menunjukkan satu hal sederhana: manusia tetap menjadi bagian dari sistem, dan satu kesalahan kecil masih bisa berharga sangat mahal.

(MG Farhatiy Rijal)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.