Rating RS Pusri diketahui melorot hingga menyentuh angka bintang 3,9 akibat gelombang kritik warganet atas komentar nirempati yang dilontarkan dr. Tamara Dewi Jasmine terhadap almarhum Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia.
Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, mengakui adanya penurunan skor ulasan digital di internet akibat banyaknya keluhan dari masyarakat.
Baca juga: Buntut dr Tamara Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, Sekda Sumsel Minta Dinkes Usut Tuntas
Kendati dampak terhadap persepsi digital tak terhindarkan hingga memicu keputusan manajemen untuk menghentikan kerja sama dan memecat dr. Tamara, Diah memastikan bahwa aktivitas operasional serta Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan medis di rumah sakit tidak mengalami gangguan.
"Pelayanan tidak ada dampak sama sekali, pasien tetap berobat seperti biasa," tegas Diah.
Ia juga menekankan bahwa penurunan ulasan di media sosial tidak mencerminkan sikap seluruh tenaga medis di RS Pusri.
Menurutnya, seluruh dokter dan nakes yang bertugas tetap memiliki empati serta rasa kemanusiaan tinggi dalam melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang pasien.
Pihak manajemen sendiri menjadikan penurunan rating serta derasnya sentimen negatif warganet sebagai salah satu pertimbangan mendasar dalam menindak tegas oknum dokter bersangkutan.
Sebelumnya, polemik ini bermula dari unggahan akun @tamdjs di media sosial yang melontarkan kalimat bernada sinis kepada pengguna BPJS Kesehatan hingga menyarankan masyarakat membeli asuransi swasta.
"Kalian cuma bayar ke BPJS, bukan bayar ke RS apalagi nakesnya. Jadi, nggak usah songong. Kalau gak suka, ya, gak usah berobat di situ. Tidak ada yang minta kalian berobat," tulis akun tersebut.
"Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot, biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta," lanjutnya.
Usai menuai kecaman luas dari publik, pemilik akun @tamdjs mengunggah klarifikasi serta permohonan maaf terbuka melalui platform Threads.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum Yurizal dan mengklaim hanya berniat merespons pihak lain guna meluruskan persepsi tentang sistem BPJS.
"Nakes hanya pelaksana, bukan pembuat kebijakannya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada yang kurang berkenan dengan penyampaian saya," tulis akun @tamdjs.
Baca juga: Dampak Komentar Nirempati dr. Tamara, Rating RS Pusri Palembang Turun Jadi Bintang 3,9
Baca juga: Usai Komentar Viral Singgung Pasien BPJS, dr Tamara Unggah Video Minta Maaf: Pembelajaran untuk Saya
Ia juga mengaku sempat mengalami kendala saat mengakses akun media sosial pribadinya di tengah maraknya sorotan publik.
"Saya sempat kesulitan masuk ke akun-akun sosmed saya. Saya masih belum tau adakah hal-hal di sana yang bukan saya yang melakukannya. Saya minta maaf kalau misal ada kegaduhan di sana."
Di akhir klarifikasinya, ia menyampaikan harapan agar respons serta kritik dari masyarakat dapat menjadi sarana perbaikan diri ke depan.
"Untuk komentar-komentar dari netizen yang tidak enak ke saya, mudah-mudahan bisa jadi penggugur dosa saya, dan baik saya ataupun kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi aamiin. Overall Terimakasih atas atensinya," ujarnya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com