TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Sebanyak 32 sawa atau abu jenazah umat Hindu menjalani rangkaian upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal Tahun 2026 di Bangsal Ngaben Bendesa Adat Desa Keli Rejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatra Selatan.
Upacara keagamaan tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan diikuti umat Hindu dari Desa Keli Rejo maupun sejumlah wilayah di luar desa.
Dari 32 sawa yang mengikuti prosesi, sebanyak 11 sawa berasal dari Desa Keli Rejo, sementara 21 lainnya berasal dari luar desa.
Prosesi Ngaben Massal dipimpin Pandita Utama Umat Hindu Belitang II, Ida Empu Satya Nanda, yang berasal dari Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II.
Berbeda dengan pembakaran jenazah secara utuh, dalam pelaksanaan Ngaben Massal kali ini yang dibakar kembali merupakan abu jenazah yang sebelumnya telah melalui proses pembakaran oleh masing-masing keluarga setelah anggota keluarganya meninggal dunia.
Abu jenazah tersebut kemudian dikumpulkan dalam satu wadah untuk selanjutnya menjalani prosesi pembakaran kembali sebagai bagian dari rangkaian upacara adat dan keagamaan umat Hindu.
Dalam prosesi tersebut, abu jenazah ditempatkan pada bale tajuk dan bade yang merupakan bagian dari perlengkapan upacara.
Pelaksanaan Ngaben Massal ini merupakan hasil musyawarah umat Hindu setempat.
Kesepakatan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya pembakaran abu jenazah secara bersama-sama sehingga prosesi keagamaan dapat dilakukan secara kolektif.
Kapolsek Belitang II, Iptu Toni Aji, mengatakan pihak kepolisian melakukan pengamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan keagamaan berjalan aman, tertib, dan masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan upacara dengan khidmat.
Menurutnya, pengamanan melibatkan personel Polsek Belitang II bersama Koramil Belitang II serta Pecalang umat Hindu.
Kehadiran petugas juga merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Pengamanan kami lakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami bersama unsur terkait melakukan pengawasan dan pengamanan di lokasi hingga kegiatan selesai,” kata Toni, Sabtu (8/8/2026).
Selain unsur keamanan, kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Camat Belitang II Ican Sagita, Danramil Belitang II yang diwakili Babinsa Kopda Saiful B, Kanit Provost Iptu G.
Komang Adiyanta, Sekcam Belitang II Made Sukarawan, Parisada Umat Hindu Kecamatan Belitang II, Kepala Desa Keli Rejo Hermansyah beserta perangkat desa, warga Desa Keli Rejo, dan masyarakat sekitar.
Menjelang berakhirnya prosesi pembakaran, api kemudian dipadamkan oleh panitia Ngaben menggunakan air yang telah disiapkan sebelumnya.
Seluruh rangkaian Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan berlangsung aman, khidmat, terkendali, dan kondusif.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com