Raden Rafiq Resmi Jadi Wawakil Kerajaan Galuh, Bupati Ciamis: Sejarah Jangan Hanya Jadi Catatan
Dedy Herdiana August 08, 2026 03:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Raden Rafiq Hakim Radinal resmi diistrenkan sebagai Wawakil atau Wawali Kerajaan Galuh dalam prosesi adat yang digelar di Keraton Selagangga, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Sabtu (8/8/2026).

Pengistrenan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah dan warisan budaya Tatar Galuh.

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengatakan, keberadaan Kerajaan Galuh bukan hanya bagian dari cerita masa lalu.

Menurutnya, jejak peradaban Galuh masih dapat ditemukan melalui sejumlah situs sejarah yang tersebar di Kabupaten Ciamis.

"Pengistrenan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan sebuah momentum penting dalam upaya kita bersama untuk terus memajukan kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh," ujar Herdiat.

Baca juga: PSGC Ciamis Gelar Latihan Perdana dan Evaluasi Skuad Jelang Liga 2

Herdiat menyebut sejumlah situs seperti Karangkamulyan, Astana Gede Kawali, Boros Ngora Panjalu hingga Jambansari menjadi bagian penting dari jejak sejarah Galuh.

Situs-situs tersebut, kata dia, bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi sekarang.

"Jejak peradaban Kerajaan Galuh dapat kita telusuri melalui berbagai situs sejarah yang tersebar dan tercatat di Kabupaten Ciamis. Situs-situs tersebut merupakan saksi sekaligus sumber pengetahuan yang tak ternilai harganya," katanya.

Herdiat menilai pelestarian sejarah dan kebudayaan Galuh tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun para budayawan.

Generasi muda juga harus diberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh sejarah daerahnya.

Menurutnya, sejarah Galuh harus mampu menjadi sumber inspirasi dalam membangun masa depan, bukan sekadar catatan tentang masa lalu.

"Generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Galuh. Bukan hanya sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam membangun masa depan," ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan para karuhun, seperti kearifan lokal, gotong royong, penghormatan terhadap alam dan kebersamaan, tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Herdiat juga menyampaikan ucapan selamat kepada Raden Rafiq Hakim Radinal yang kini mengemban amanah sebagai Wawakil Kerajaan Galuh.

Ia berharap Rafiq dapat menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.

Herdiat juga meminta agar keberadaan Wawakil Kerajaan Galuh dapat menjadi salah satu penggerak pelestarian budaya di Kabupaten Ciamis.

"Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan sehingga mampu menjadi penggerak dalam pelestarian budaya sekaligus menjadi jembatan penghubung antara nilai-nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan di masa kini dan masa yang akan datang," kata Herdiat.

Ia pun mengapresiasi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Dewan Keraton, Dewan Pakar, dan Pengurus Pusat FSKN, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para seniman, dan budayawan Tatar Galuh yang turut mendukung prosesi tersebut.

Herdiat berharap sinergi antara pemerintah, keraton, budayawan, seniman, dan masyarakat terus diperkuat.

Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang terus hidup di tengah masyarakat.

Untuk diketahui kata istrén (atau ngistrénan, diistrénan) berasal dari bahasa Sunda yang berarti melantik, meresmikan, mengukuhkan, atau menobatkan. (*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.