TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO – Produk Coco Sheet hasil produksi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menembus pasar China.
Sebanyak 400 lembar Coco Sheet dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri kasur di China melalui kerja sama dengan PT Chewy Louis.
Ekspor perdana tersebut dilepas pada Sabtu (8/8) dan dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi bersama jajaran Pimpinan Tinggi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Coco Sheet merupakan lembaran sabut kelapa yang dipadatkan dan digunakan sebagai material penyangga pada kasur, khususnya sebagai lapisan dasar sebelum busa atau pegas.
Produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto telah berlangsung sekitar dua bulan dengan melibatkan 15 warga binaan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, masuknya produk hasil produksi warga binaan ke pasar internasional menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian di lapas dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan kemandirian di lapas mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan memiliki pasar di tingkat internasional,” ujar Mashudi.
Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto Aliandra mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Baca juga: Luhut Soal Larangan Ekspor Bijih Nikel: Dulu Kami Dicibir, Ditekan
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam proses produksi tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan ekonomi di dalam lapas, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan agar semakin berkualitas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Aliandra.
Ekspor Coco Sheet tersebut bukan merupakan kerja sama pertama antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dan PT Chewy Louis.
Baca juga: Ekspor Agro Menguat, Pemerintah Diminta Susun Roadmap Hilirisasi di Luar Sektor Tambang
Sebelumnya, kedua pihak juga telah bekerja sama dalam ekspor produk mainan anjing ke pasar Eropa. Pelepasan ekspor Coco Sheet menjadi bagian dari pengembangan kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan dengan menghubungkan keterampilan warga binaan dengan kebutuhan pasar.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi produk hasil pembinaan untuk memiliki akses ke pasar internasional.