Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Aldi Bimantara
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dalam momen puncak perayaan 666 tahun Islam Masuk ke Tanah Papua (IMTP), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere menceritakan perjalanan panjang penetapan waktu masuknya Islam ke Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikannya saat puncak peringatan 666 Tahun IMTP di RTH KH Ma'ruf Amin, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (8/8/2026).
"Pada tahun 1994 kala itu saya menjadi moderator untuk seminar masuknya Islam di Tanah Papua, dari situ kemudian berlanjut seminar terus menerus tetapi tidak pernah tuntas," ujarnya.
Angin segar muncul ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat melaksanakan kegiatan di Kaimana dan turut menetapkan waktu masuk Islam ke Tanah Papua.
"Berlanjut pada era Bupati Fakfak Wahidin Puarada selama dua periode pada MTQ tahun 2008 dilakukan upaya penelusuran sejarah sampai ke Aceh, Ternate Maluku Utara, hingga keliling Bintuni, Raja Ampat dan Kaimana waktu itu semua kita keliling," kenangnya.
Baca juga: 666 Tahun IMTP, Bupati Samaun Dahlan Serukan Umat Muslim Tebar Nilai Rahmatan Lil Alamin
Menurutnya, tujuan penelusuran tersebut hanya satu, yakni mencari data untuk menentukan sejarah masuknya Islam ke Tanah Papua.
"Kemudian melakukan pemaparan hasil atau laporan untuk itu, saya masih ingat betul pada tahun 1994 semua kumpul bicara dari semua petuanan dan agama," katanya.
Waktu itu, ia masih teringat betul bahwasanya saudara Katolik juga punya keinginan yang sama agar adanya penentuan masuknya Katolik di Tanah Papua.
"Seiring berjalannya waktu, dalam perjalanannya Katolik sudah tuntas merumuskan waktu dan kajian sejarah mengenai masuknya Agama Katolik di Tanah Papua, tetapi kami Islam belum-belum selesai juga," katanya.
Ali Baham mengatakan dirinya saat itu sangat berharap segera ada penetapan waktu masuknya Islam ke Tanah Papua.
"Mohon maaf waktu itu saya bicara di Pulau Bone (Bonyom), memang kita ini kompleks, era Bupati Wahidin 2 periode tidak selesai juga sampai ke Bapak Mohammad Uswanas tidak selesai, maka pada tahun 2023 saya menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat maka turunan bersama dengan calon wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani baru kita berproses," tandasnya.
Baca juga: Tokoh Masyarakat Nilai Bupati Samaun Dahlan Sukses Gaungkan 666 Tahun IMTP
Ali Baham merangkum, proses tersebut berlangsung dari 1994 hingga Januari 2025 atau sekitar 31 tahun, dengan berbagai versi yang ada mengenai Islam Masuk Tanah Papua mulai dari versi Patimunin, versi Patipi, versi Pulau Adi, versi Bintuni dan lainnya.
"Tetapi semua versi itu disampaikan, terakhir tanggal 8 Agustus 1360 Masehi yang paling bawahnya dan ditetapkan sebagai tanggal masuknya Islam ke Tanah Papua di Kampung Gar atau Fatagar Lama Distrik Furwagi Kabupaten Fakfak Papua Barat," pungkasnya.
Islam disebut dibawa oleh seorang mubalig dari Aceh bernama Syekh Abdul Ghaffar pada 8 Agustus 1360 Masehi, yang bertepatan dengan 24 Ramadan 761 Hijriah.(*)