2 Tambahan Helikopter Water Bombing Didapat Sumsel Untuk Hadapi Puncak Musim Kemarau
Slamet Teguh August 08, 2026 06:01 PM

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Menghadapi puncak musim kemarau yang meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sumatera Selatan akan mendapat tambahan dua helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penambahan armada udara tersebut dilakukan menyusul meningkatnya eskalasi karhutla dan jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumsel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada BNPB untuk meminta tambahan helikopter water bombing guna memperkuat penanganan karhutla.

"Alhamdulillah, Kepala BNPB merespons dan akan menambah dua helikopter water bombing lagi," kata Iqbal, Sabtu (8/8/2026).

Dengan tambahan tersebut, total armada water bombing yang disiagakan untuk penanganan karhutla di Sumsel menjadi tujuh helikopter. Sementara untuk mendukung patroli udara, tetap disiapkan dua unit helikopter.

Iqbal mengatakan, tambahan armada tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Dengan tambahan ini diharapkan penanganan karhutla akan semakin masif dan bisa mempercepat, khususnya di daerah-daerah yang akses karhutlanya jauh. Termasuk pula penanganan karhutla oleh satgas darat akan kita maksimalkan," ujarnya.

Baca juga: 25 Hektare Lahan di Palem Raya Ogan Ilir Terbakar, Dekat Dengan Permukiman Warga

Selain memperkuat penanganan melalui udara, pemerintah juga masih mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu membasahi lahan yang terdampak karhutla, terutama wilayah gambut.

Iqbal menyebut OMC masih akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi awan hujan dalam dua hari terakhir relatif tipis sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap pembasahan lahan.

"Untuk dua hari ini awan hujan sangat tipis, sehingga tidak terlalu berdampak signifikan untuk pembasahan lahan di Sumsel," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan OMC diprioritaskan di wilayah yang memiliki lahan gambut luas serta lokasi yang saat ini mengalami kebakaran. Dua wilayah yang menjadi prioritas utama yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.

"OMC sudah kita sepakati dan diprioritaskan di daerah-daerah yang memiliki lahan gambut luas dan lokasi yang sekarang kebakaran, seperti di OKI dan Banyuasin," jelasnya.

Di sisi lain, Iqbal mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta mewaspadai aktivitas pembakaran sampah maupun penggunaan api lainnya yang berpotensi memicu karhutla.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla di Sumsel.

"Seperti yang disampaikan BMKG, fenomena El Nino kini kian menguat dan kemarau berlangsung hingga Oktober, sehingga kita harus tetap berhati-hati," pungkasnya.

 

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.