Lawan Narasi Polda Papua, BEM Uncen Sebut Keracunan MBG Bukan Sekadar Dugaan
Marius Frisson Yewun August 09, 2026 10:29 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih (Uncen) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, Papua, untuk melakukan investigasi terkait kasus gangguan kesehatan yang dialami 527 warga setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan tersebut dilakukan pada Jumat (7/8/2026). BEM dan MPM Uncen datang untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi para siswa, proses penanganan pasien, serta perkembangan kasus yang terjadi di Distrik Depapre.

Ketua MPM Uncen, Whilly Silak, mengatakan kedatangan mereka juga untuk melakukan audiensi dengan Direktur RSUD Yowari guna mendapatkan informasi mengenai jumlah pasien yang masih menjalani perawatan maupun yang telah diperbolehkan pulang.

Baca juga: Pemkab Sarmi Mulai Pemberian Makanan Tambahan Bagi 280 Anak Stunting

Namun, menurut Whilly, audiensi tersebut belum dapat dilakukan karena Direktur RSUD Yowari tidak berada di rumah sakit saat mahasiswa datang.

“Kami melakukan investigasi dan audiensi dengan Direktur Rumah Sakit Yowari, namun keberadaan direktur tidak ada di rumah sakit,” ujar Whilly.

Selain memastikan kondisi pasien, mahasiswa juga meminta adanya keterbukaan informasi dari pihak rumah sakit dan pemerintah mengenai penanganan para korban.

Menurut mereka, masyarakat perlu mengetahui perkembangan kondisi pasien, termasuk hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Baca juga: Mimika Cetak 45 Pelatih dan Wasit Berlisensi Demi Ekosistem Sepak Bola

Ketua BEM Uncen, Yuluku Wasiangge, turut menyoroti kasus tersebut. Ia menanggapi informasi yang menyebut kejadian di Depapre masih dalam kategori dugaan.

Yuluku menyatakan pihaknya memiliki pandangan berbeda berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan mahasiswa.

“Kami membantah narasi yang disampaikan Polda Papua di media bahwa keracunan MBG di Depapre adalah dugaan. Menurut kami, lebih dari ratusan siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG,” tegas Yuluku.

Meski demikian, mahasiswa menilai penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan investigasi resmi dari pihak berwenang.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Bertanggung Jawab Penembakan di Festival Lembah Baliem, Tolak Disebut KKB

BEM dan MPM Uncen meminta proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

Yuluku juga mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Bupati Jayapura Yunus Wonda segera menyampaikan persoalan ini kepada publik secara transparan dan terbuka,” ujarnya.

Menurut mahasiswa, keterbukaan informasi penting untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

BEM dan MPM Uncen menyatakan tidak akan berhenti pada investigasi di RSUD Yowari.

Mahasiswa berencana terus mengawal perkembangan kondisi para siswa yang terdampak, termasuk meminta hasil pemeriksaan kesehatan dan investigasi disampaikan kepada publik.

Baca juga: Organisasi Papua Merdeka Bertanggung Jawab Penembakan di Festival Lembah Baliem, Tolak Disebut KKB

Selain itu, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi di Kota Jayapura dalam waktu dekat.

Aksi tersebut nantinya akan mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.

Bahkan, mahasiswa menyatakan akan mendorong penghentian pelaksanaan program tersebut apabila persoalan serupa tidak segera ditangani secara serius.

“Orang Papua tidak butuh MBG, tetapi orang Papua butuh pendidikan dan kesehatan. Kami mengajak masyarakat Jayapura, khususnya masyarakat Tabi, untuk bersolidaritas dalam aksi yang akan dilakukan,” kata Yuluku.

BEM dan MPM Uncen menilai kejadian di Depapre merupakan persoalan serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan siswa.

Baca juga: Tragedi di Panggung Budaya Lembah Baliem: Ketika Mimbar Perdamaian Ditembus Peluru

Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Mahasiswa juga meminta tidak ada pihak yang menutup informasi maupun memberikan tekanan terhadap pihak-pihak yang berupaya mengungkap fakta terkait kasus tersebut.

BEM dan MPM Uncen memastikan akan terus memantau perkembangan kasus hingga kondisi para siswa yang terdampak mendapat penanganan secara maksimal dan informasi mengenai penyebab kejadian tersebut disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.