2 Dekade Suarakan Ketidakadilan Papua! Angela Flassy Sabet SK Trimurti Award 2026 dari AJI Indonesia
Rivaldi Ade Musliadi August 09, 2026 02:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia secara resmi menganugerahkan penghargaan presisius S.K. Trimurti Award 2026 kepada Angela Flassy. 

Sosok jurnalis perempuan senior, penulis, pembuat film dokumenter, serta pendidik literasi media asal Tanah Papua tersebut dinilai telah mendarmabaktikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk menyuarakan ketidakadilan dan menghadirkan fakta-fakta kelompok rentan yang selama ini terpinggirkan dari ruang publik.

Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut berlangsung dalam malam resepsi Peringatan 32 Tahun Kelahiran AJI yang mengusung tema besar 'Bertahan, Bersuara, Berkarya' di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2026 malam.

Keputusan penganugerahan SK Trimurti Award 2026 diambil secara bulat oleh majelis Dewan Juri yang terdiri dari para pakar hukum, gender, dan aktivis media, yakni Armayanti Sanusi (Ketua BKN Solidaritas Perempuan), Siti Aminah Tardi (Direktur Eksekutif ILRC dan Komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2025), serta Rachmawati (Satuan Tugas Anti Kekerasan Seksual AJI Indonesia).

Ketiga juri sepakat memilih Angela Flassy setelah melewati penelusuran rekam jejak yang mendalam, penilaian dampak karya terhadap publik, serta keberlanjutan gerakan advokasi yang ia perjuangkan di bumi Cenderawasih.

Dewan Juri menilai Angela Flassy menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjalankan jurnalisme independen yang berpihak pada kelompok marjinal. 

Semangat tersebut dinilai sangat selaras dengan garis perjuangan almarhumah S.K. Trimurti, yakni keberanian menyuarakan kebenaran, keberpihakan pada rakyat kecil, dan menjadikan pers sebagai instrumen perjuangan keadilan sosial.

Konsistensi Meliput Isu Kemanusiaan dan Keperempuanan Papua

Sejak merintis karir jurnalistik pada tahun 2004, Angela Flassy tidak pernah bergeser dari fokus utamanya, yakni menyuarakan isu-isu masyarakat adat, keadilan gender, hak asasi manusia, dampak konflik sosial, serta kehidupan warga lokal Papua.

Keteguhan Angela dalam mengusung jurnalisme empati tecermin kuat saat ia dipercaya memimpin media Suara Perempuan Papua pada tahun 2010. 

Media tersebut hadir menjadi ruang aman bagi pengalaman, penderitaan, dan perspektif perempuan Papua yang hampir tidak pernah mendapat porsi layak di media arus utama (mainstream).

• Lawan Remiliterisasi dan Pembungkaman Sipil! Film Pesta Babi dan Andrie Yunus Raih Tasrif Award 2026

Selanjutnya pada tahun 2018, Angela dipercaya mengemban amanah sebagai Pemimpin Redaksi Jubi.id, sebuah portal media independen ternama yang konsisten menyajikan liputan mendalam dan kritis mengenai persoalan dinamika sosial-politik di Papua.

"Di tengah situasi Papua yang sarat konflik, kekerasan, serta pembatasan ruang sipil yang ketat, Angela tetap konsisten menghadirkan jurnalisme yang mengutamakan keberanian, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia," ujar Ketua Dewan Juri SK Trimurti Award 2026, Armayanti Sanusi.

Penerap Praktik Human Rights Journalism Berintegritas

Sementara itu, Dewan Juri dari ILRC, Siti Aminah Tardi, menegaskan bahwa Angela Flassy merupakan sedikit dari jurnalis perempuan Papua yang berhasil mengembangkan dan mempraktikkan jurnalisme hak asasi manusia (human rights journalism) secara utuh dan berintegritas.

"Angela Flassy berhasil menghubungkan pengalaman hidup masyarakat Papua dengan persoalan-persoalan struktural di tingkat kebijakan. Atas komitmen, konsistensi, profesionalisme, serta kontribusinya dalam memajukan jurnalisme berbasis kemanusiaan, saya meyakini Angela Flassy sangat layak menerima SK Trimurti Award," terang Siti Aminah.

Di sisi lain, anggota dewan juri Rachmawati menyoroti betapa beratnya tantangan yang harus dihadapi Angela sebagai seorang jurnalis perempuan di daerah konflik.

"Menjadi seorang Angela Flassy itu tidak mudah. Sebagai perempuan Papua yang berprofesi sebagai jurnalis dan pembuat film, ia berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap tindak kekerasan di tengah konflik Tanah Papua. Namun, ia tidak berhenti pada dirinya sendiri," kata Rachmawati.

Karya Literatur, Film Dokumenter, dan Dedikasi Regenerasi

Ia meluncurkan buku riset jurnalistik berjudul 'Luka Papua: HIV, Otonomi Khusus, dan Perang Suku' (2008) serta kumpulan cerita pendek 'Kitorang' (2012) yang ditulis menggunakan bahasa Melayu Papua guna menegaskan identitas lokal.

Di bidang film dokumenter, Angela terlibat aktif dalam pembuatan karya-karya dokumenter bersama Jubi, salah satunya film 'Suara Lembah Grime' (2023). 

Film tersebut memotret relasi mendalam antara masyarakat adat Papua dengan tanah leluhurnya di tengah himpitan perampasan lahan.

Tidak berhenti pada produksi karya pribadi, Angela secara tekun bergerak di jalur pendidikan dengan mengajar penulisan kreatif, jurnalisme warga, dan literasi media bagi kelompok perempuan serta anak-anak muda Papua.

"Melalui pendidikan dan pendampingan melatih warga lokal membuat konten, Angela melahirkan regenerasi jurnalis baru yang mampu menceritakan tanah lahirnya dari sudut pandang mereka sendiri. Ini membuktikan bahwa jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan sarana nyata untuk pemberdayaan masyarakat," pungkas Armayanti Sanusi.

Mengenal Rekam Jejak SK Trimurti Award

Penghargaan SK Trimurti Award diambil dari nama Surastri Karma Trimurti (S.K. Trimurti), seorang Pahlawan Nasional, jurnalis perempuan perintis kemerdekaan Indonesia, aktivis buruh, dan Menteri Tenaga Kerja pertama Republik Indonesia.

AJI Indonesia menganugerahkan SK Trimurti Award secara berkala sebagai bentuk penghormatan dan pengingat bahwa jurnalisme merupakan ruang perjuangan yang penting bagi kesetaraan gender, keadilan sosial, dan penegakan hak asasi manusia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.